Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung langkah Mesir menjaga hak atas airnya.
“Kami dalam hal ini berharap semua pihak untuk meningkatkan kepentingan bersama untuk kawasan tersebut dan kami akan mendukung upaya-upaya Mesir untuk mengamankan hak-hak airnya,” tutur Prabowo.
Sementara itu, Presiden El-Sisi menekankan pentingnya Sungai Nil bagi kehidupan masyarakat Mesir.
“Terkait dengan Sungai Nil sebagai urat nadi kehidupan masyarakat Mesir dan saya menegaskan sekuat tenaga bahwa Mesir memiliki haknya yang terkait dengan air tersebut dan menolak semua yang akan membahayakan dan keamanan airnya,” ujar El-Sisi, dalam kesempatan yang sama.
Adapun, Mesir dan Ethiopia telah lama terlibat dalam sengketa air. Konflik antara kedua negara ini berpusat pada proyek Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), sebuah bendungan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas listrik Ethiopia secara drastis.
Kendati begitu, di Kairo, banyak pihak memandang bendungan yang resmi dibuka tahun lalu tersebut sebagai ancaman terhadap pasokan air Mesir yang selama ini sangat bergantung pada aliran Sungai Nil.
Sudan, yang terletak di antara kedua negara tersebut, juga menyatakan kekhawatiran serupa.
(azr/ell)
























