Logo Bloomberg Technoz

Pidato Lai disampaikan dua pekan setelah Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di Washington. Kedua pemimpin tersebut menjalin keakraban melalui jamuan makan malam kenegaraan yang mewah dan sepakat untuk saling memangkas tarif.

Selama kunjungan, pemimpin China tersebut mendesak Washington untuk secara tegas menentang kemerdekaan Taiwan—perubahan dari posisi AS yang telah lama tidak mendukung kemerdekaan tersebut.

Duta Besar AS untuk China, David Perdue, kemudian menyatakan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.

Para pejabat senior di Taipei telah menyatakan kekhawatiran bahwa Taiwan bisa menjadi "bahan pembicaraan" dalam perundingan Trump dengan Xi, terutama karena pemerintahannya menunda paket penjualan senjata untuk pulau tersebut yang nilainya berpotensi mencapai US$14 miliar.

Meski demikian, Washington terus menjalin hubungan dengan Taipei, termasuk mengizinkan kunjungan mantan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan membuka kantor perwakilan baru pertama Taiwan di AS sejak 2020. Trump berupaya mengadakan pertemuan lanjutan dengan Xi sebelum akhir tahun ini.

Lai mengusulkan anggaran pertahanan sebesar NT$1,12 triliun—angka tertinggi yang pernah ada—untuk tahun 2027 dan berjanji akan menaikkan belanja pertahanan Taiwan hingga mencapai 5% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2030, seiring lonjakan ekonomi yang didorong kecerdasan buatan (AI) memberikan lebih banyak sumber daya bagi pemerintahannya.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah bertekad akan membawa pulau tersebut ke bawah kendalinya, dengan kekerasan jika diperlukan.

Taiwan juga berupaya memperkuat industri drone dalam negerinya serta berinvestasi pada rudal, sistem pertahanan udara, dan senjata lain yang dirancang untuk mencegah potensi invasi China.

Militer telah memperkenalkan latihan yang lebih realistis, termasuk skenario pertempuran tanpa skenario tetap, simulasi gangguan internet seluler, dan mobilisasi sumber daya sipil.

Dalam pidato Hari Nasional pada Sabtu, Lai juga berjanji akan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh lebih banyak orang, antara lain melalui kenaikan upah, bantuan tunai, keringanan pajak, dan perluasan program kesejahteraan sosial.

Ekonomi Taiwan sedang mengalami pertumbuhan terkuat dalam beberapa dekade terakhir, seiring melonjaknya permintaan global akan AI mendorong ekspor semikonduktor dan server canggih.

Pemerintah menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun 2026 menjadi 11,05%, yang akan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak tahun 1987.

Peringatan Hari Nasional tahun ini juga menandai 30 tahun pemilihan presiden langsung pertama Taiwan pada tahun 1996, tonggak sejarah dalam transisi pulau tersebut dari pemerintahan otoriter menuju demokrasi.

Lai mengatakan peringatan tersebut menunjukkan bahwa masa depan Taiwan ada di tangan rakyatnya, sekaligus menegaskan kembali sikapnya yang bertentangan dengan klaim Beijing atas pulau tersebut.

"Taiwan menjunjung tinggi perdamaian, tetapi kami tidak akan menyerahkan kebebasan kami," ujarnya. "Kami terbuka terhadap pertukaran, tetapi tidak akan menerima ketundukan."

(bbn)

No more pages