Realisasi pembayaran itu terdiri dari subsidi Rp222,5 triliun dan kompensasi Rp154,4 triliun, tumbuh 54,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp244,6 triliun. Dengan besaran subsidi Rp176 triliun dan kompensasi Rp68,6 triliun.
Di sisi lain, Suahasil menyoroti peningkatan penggunaan sejumlah barang dan layanan bersubsidi hingga September 2026.
Volume konsumsi BBM bersubsidi tercatat meningkat 9,1% secara tahunan menjadi 13.408,6 kiloliter dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan konsumsi LPG 3 kg naik 2,2% menjadi 5.761,6 juta kilogram.
Jumlah pelanggan listrik meningkat 2,1% menjadi 43,4 juta pelanggan sementara realisasi volume pupuk bersubsidi naik 15,7% menjadi 6,6 juta ton. Penyaluran KUR juga tumbuh 7,9% menjadi 3,7 juta debitur.
Suahasil menilai peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat terus menggunakan barang dan layanan bersubsidi untuk mendukung kegiatan sehari-hari maupun aktivitas ekonomi.
"Itu berarti APBN-nya juga menumbuhkan kegiatan ekonomi," tegasnya.
(prc)




























