Kerugian ekonomi di kawasan tersebut diperkirakan melampaui US$1 miliar, berdasarkan estimasi awal USGS.
Menurut Pusat Informasi Gempa Bumi Nasional AS (US National Earthquake Information Center), gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda wilayah Panama itu setidaknya sejak 1951. USGS menyebut gempa terjadi pada kedalaman 12,6 kilometer.
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang wilayah di sebelah barat lokasi gempa awal pada Jumat sore, menurut pembacaan awal USGS. Delapan gempa susulan lainnya tercatat dengan kekuatan magnitudo 4,8 atau lebih tinggi.
Gempa pertama disebabkan oleh pergeseran pada batas lempeng tektonik utama di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), zona aktif seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik.
Mekanismenya menyerupai gempa akibat sesar mendatar (strike-slip), ketika lempeng tektonik bergesekan dan bergerak melewati satu sama lain secara horizontal, menurut Jonathan Tytell, ahli geofisika di Pusat Informasi Gempa Bumi Nasional AS.
“Peristiwa ini sangat kompleks dan terjadi pada kedalaman dangkal, yang bukan hal baik,” kata Tytell. “Energinya berada tepat di dekat permukaan dan tidak memiliki cukup waktu atau jarak untuk mereda.”
USGS awalnya mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 8,0 sebelum merevisi angkanya. Institut geologi Panama melaporkan gempa itu berkekuatan magnitudo 7,2.
Sesaat setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan gelombang setinggi 1 hingga 3 meter di atas permukaan pasang surut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Panama.
Hingga pukul 14.42 waktu setempat, seluruh peringatan telah dicabut.
Otoritas Terusan Panama menyatakan operasional tetap berjalan normal, dengan protokol darurat telah diaktifkan dan tim teknis melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas untuk mengidentifikasi kemungkinan kerusakan.
Menurut media lokal, guncangan gempa terasa hingga sejumlah kota di Kolombia, termasuk Medellín. Di Panama, masyarakat mengevakuasi gedung perkantoran, tempat usaha, sekolah, dan rumah di sejumlah wilayah, menurut surat kabar lokal La Prensa.
Bandara Internasional Tocumen di Panama sempat ditutup setelah gempa, tetapi kemudian kembali dibuka.
Mulino mengatakan pemerintah sedang mengerahkan personel, sumber daya, dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Ia juga memerintahkan kementerian dan lembaga publik untuk segera merespons serta mengambil langkah-langkah pencegahan. Pejabat penanggulangan darurat diperkirakan akan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan perkembangan dampak gempa.
Saat mengunjungi wilayah terdampak pada Jumat, Mulino mengatakan kepada wartawan bahwa upaya sedang dilakukan untuk memindahkan keluarga dari bangunan tempat tinggal yang terdampak. Analisis juga dilakukan untuk memindahkan pasien dari rumah sakit yang mengalami kerusakan.
Menteri Keuangan Panama Felipe Chapman mengatakan dirinya telah menghubungi Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), dan sejumlah bank lainnya “untuk memperoleh sumber daya yang diperlukan dalam menghadapi krisis ini.”
Corporación Andina de Fomento, yang dikenal sebagai CAF dan merupakan salah satu lembaga yang dihubungi, menyatakan akan menyumbangkan US$250.000 kepada Panama untuk bantuan penanganan gempa. Mulino berterima kasih kepada CAF atas “bantuan cepat” yang diberikan.
Masyarakat terlihat berdiri tanpa alas kaki atau bertelanjang dada di jalanan ketika gempa susulan terus terjadi, kata Cibeles De Freitas, perwakilan komunikasi unit lokal First Quantum Minerals Ltd.
“Banyak orang merasa takut karena kami tidak terbiasa dengan gempa bumi di Panama,” katanya. “Kami baik-baik saja, hanya sangat ketakutan.”
First Quantum Minerals menyatakan melalui media sosial bahwa infrastruktur di Cobre Panama, tambang tembaga miliknya yang sebagian operasionalnya dihentikan sementara, tetap stabil dan aman setelah gempa. Tambang tersebut terletak sekitar 140 kilometer di sebelah utara episentrum.
Metro Panama City menyatakan jalur 1 dan 2 dihentikan sementara akibat gempa.
Dinas pemadam kebakaran Panama mengatakan belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam periode segera setelah gempa. AES Panama, anak usaha AES Corp. yang merupakan pemasok listrik terbesar di negara tersebut, menyatakan melalui juru bicara bahwa pembangkit listrik tenaga air, gas, dan energi terbarukan miliknya tetap beroperasi.
Aktivitas di jaringan pipa minyak Trans-Panama juga tetap berjalan normal setelah gempa, menurut pernyataan operatornya.
Gempa pada Jumat tersebut menjadi bencana terbaru yang melanda Amerika Latin dalam beberapa bulan terakhir.
Venezuela diguncang dua gempa bumi pada akhir Juni yang menewaskan hampir 6.500 orang dan menyebabkan kehancuran luas di sepanjang pesisir utara negara tersebut. Di Kolombia, gempa pada 10 Agustus menewaskan lebih dari 330 orang dan mendorong penetapan keadaan darurat ekonomi, dengan nilai kerusakan diperkirakan mencapai sekitar US$10 miliar.
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menawarkan bantuan kepada Panama, begitu pula Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella.
“Panama tidak sendirian,” kata De la Espriella dalam unggahan di X, seraya menambahkan bahwa Kolombia siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa dirinya sedang memantau situasi tersebut. Ia menambahkan bahwa “Departemen Luar Negeri bergerak cepat untuk mengerahkan sumber daya dan personel guna memberikan bantuan.”
(bbn)































