Corporate Secretary BEI Elsierra Putri Yosita mengatakan bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada kedua perusahaan tercatat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
“Dapat kami sampaikan bahwa Bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi kepada kedua Perusahaan Tercatat tersebut,” kata Elsierra dalam keterangannya, dikutip Jumat (9/10/2026).
Dia juga meminta seluruh pihak untuk memperhatikan pengumuman bursa dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Sampai hari ini, belum ada tanggapan resmi dari JARR dan PGUN.
Crossing Saham
Manuver gadai saham itu belakangan terjadi di tengah rencana Haji Isam untuk mengakuisisi sebagian besar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Haji Isam bersama dengan pengendali BYAN Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low belakangan mengubah muatan perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) yang telah diteken sebelumnya.
Lewat perjanjian terbaru, Haji Isam akan mengambil 10.084.088.370 saham BYAN atau sekitar 30,25% saham beredar raksasa tambang batu bara tersebut.
Adapun pelaksanaan dan penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan (conditions precedent).
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Jhonlin Baratama akan memegang 10.084.088.370 saham BYAN. Jhonlin Baratama merupakan kendaraan investasi yang digunakan Haji Isam untuk masuk ke BYAN.
Dari lantai bursa, BYAN mencatat transaksi tutup sendiri atau crossing saham jumbo sekitar Rp26,1 triliun lewat pasar negosiasi pada perdagangan pagi ini, Rabu (7/10/2026).
Mengutip data perdagangan, transaksi tutup sendiri itu melibatkan sekitar 10,08 miliar saham di harga pelaksanaan Rp2.588 per saham lewat tiga tahapan.
Dengan demikian, nilai transaksi dari crossing saham itu sekitar Rp26,1 triliun.
Adapun, harga pelaksanaan crossing saham itu lebih rendah 80,76% dari harga pembukaan BYAN pagi ini di level Rp13.450 per saham.
Besaran transaksi itu sejalan dengan rencana akuisisi Haji Isam atas sebagian besar saham perusahaan tambang batu bara tersebut.
(dhf)






























