Logo Bloomberg Technoz

Bahan bakar yang dijual di seluruh jaringan SPBU tersebut juga akan tetap dipasok langsung oleh Shell dengan standar kualitas yang sama.

Shell Indonesia menegaskan para pelanggan tidak akan mengalami perubahan layanan maupun penurunan kualitas selama maupun setelah masa transisi berlangsung.

“Tidak terdapat perubahan terhadap pengalaman pelanggan dan SPBU Shell akan tetap beroperasi. Produk, standar layanan, dan manfaat Shell GO+ tetap tersedia selama masa transisi dengan tetap tunduk pada persetujuan dan ketentuan yang berlaku,” tambah pihak perusahaan.

Melalui langkah transisi ini, Shell berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan BBM berstandar tinggi serta keberlanjutan program loyalitas bagi seluruh pelanggan setia di Indonesia.

Sebelumnya, pada Agustus 2026 Sefas Group menegaskan akuisisi bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia dilakukan sepenuhnya oleh perseroan, bukan melalui usaha patungan atau joint venture (JV) yang sebelumnya dikabarkan melibatkan Citadel Pacific Limited.

Perwakilan manajemen Sefas Group menjelaskan akuisisi tersebut dilakukan terhadap 100% kepemilikan saham Shell Indonesia di bisnis SPBU-nya. Namun, mereka tidak menyebutkan berapa nilai dari akuisisi tersebut.

Nantinya, Sefas menjalankan jaringan ritel SPBU tersebut tetap dengan merek dagang Shell.

“Sefas Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia, dengan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya. Dengan demikian, proses akuisisi tersebut saat ini dilakukan oleh Sefas Group,” kata perwakilan manajemen Sefas Group kepada Bloomberg Technoz, Kamis (20/8/2026).

Adapun, Chief Executive Officer (CEO) Sefas Group Ricky Roesli resmi mengumumkan telah menyepakati akuisisi 100% kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky Roesli melalui siaran pers, Rabu (19/8/2026).

Dia menyatakan perseroan bakal melanjutkan proses untuk mengakuisisi kepemilikan penuh atas bisnis SPBU tersebut, dengan penyelesaian transaksi diperkirakan berlangsung tahun ini.

Ricky memastikan merek Shell di Indonesia tetap digunakan dalam bisnis SPBU yang dijalankan Sefas Group, sebab perseroan turut mendapatkan lisensi merek.

Ricky menegaskan proses transisi kepemilikan bakal dilakukan secara lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional.

Tidak disebutkan berapa nilai dari akuisisi SPBU Shell tersebut.

Pada kesempatan sebelumnya, General Manager Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian—yang sempat menjabat Presiden Direktur Shell Indonesia — mengungkapkan proses alih kepemilikan SPBU Shell di Tanah Air ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group masih ditargetkan rampung tahun ini, di tengah perubahan kebijakan pemerintah di sektor industri hilir migas.

Ingrid menegaskan Shell, Citadel Pacific, dan Sefas memiliki kemitraan jangka panjang di Indonesia dan di negara-negara lain.

“Seluruh pihak tetap berkomitmen pada proses [pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia] ini,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, medio Februari.

“Shell mengapresiasi dukungan instansi pemerintah terkait dalam penyelesaian proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia dan mengantisipasi hasil positif di tahun ini,” lanjut Ingrid.

Bagaimanapun, dia juga menambahkan proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia tetap bergantung pada berbagai persetujuan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

Unit bisnis yang dilepas Shell di Indonesia itu mencakup jaringan SPBU yang tersebar di 200 lokasi, lebih dari 160 SPBU dimiliki langsung oleh perusahaan. Shell juga memiliki terminal bahan bakar minyak (BBM) di Gresik, Jawa Timur.

(smr/wdh)

No more pages