Logo Bloomberg Technoz

"Kami akan semakin memperdalam kerja sama kami untuk memperkuat ketahanan energi."

Para anggota menyetujui program kerja tingkat menteri AZEC untuk memperkuat penyimpanan minyak dan membangun kapasitas negara-negara peserta dalam merespons potensi guncangan pasokan.

Pada April, Jepang mengumumkan dukungan finansial sebesar US$10 miliar bagi negara-negara Asia Tenggara yang kesulitan menghadapi lonjakan harga minyak mentah dan gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Inisiatif yang didukung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi ini mencakup bantuan untuk pengadaan minyak, penyimpanan, dan cadangan darurat yang bertujuan memperkuat kemampuan kawasan ini dalam menghadapi guncangan di masa depan.

Asia menanggung dampak terberat akibat gangguan pasokan setelah perang AS-Iran pecah pada akhir Februari. Konflik tersebut menyingkap kerentanan lama Asia Tenggara, yang sangat bergantung pada minyak impor.

Sebelum konflik terjadi, lebih dari setengah impor minyak mentah kawasan Asia Tenggara berasal dari produsen di Teluk Persia, sementara Jepang memperoleh sekitar 90% pasokan minyaknya dari kawasan tersebut, di mana sebagian besar melewati Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga melonjak, memicu kelangkaan parah, serta memaksa sejumlah kilang mengurangi aktivitas pengolahan dan pemerintah memberlakukan pembatasan pasokan bahan bakar, sehingga mendorong para pembuat kebijakan untuk mengevaluasi kembali strategi ketahanan energi.

"Gangguan terkini di pasar energi global, khususnya di titik krusial Selat Hormuz, telah menegaskan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan kolektif kita dalam menghadapi guncangan pasokan energi," ujar Sharon Garin, Menteri Energi Filipina, dalam konferensi pers bersama dengan Takagi.

Kerentanan tersebut masih ada. Cadangan minyak di sebagian besar negara-negara Asean masih relatif tipis, sementara harga minyak mentah di atas US$100 per barel membuat upaya memulihkan cadangan menjadi mahal.

Kerangka kerja yang diusulkan ini memungkinkan negara-negara pembeli untuk menegosiasikan perjanjian pasokan bilateral dengan produsen-produsen di Timur Tengah.

Kesepakatan tersebut juga akan menguntungkan pemasok-pemasok dari kawasan Teluk Persia, dengan menempatkan lebih banyak pasokan minyak mentah mereka lebih dekat ke pelanggan-pelanggan di Asia.

(bbn)

No more pages