KELISTRIKAN
Sistem PLTU Kaku, Tarif Listrik Real Time Bakal Sulit Diadopsi RI
Azura Yumna Ramadani Purnama
09 October 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai rencana penerapan skema tarif listrik real time seperti di Denmark bakal sulit diterapkan di Indonesia, sebab sistem kelistrikan domestik masih didominasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang tidak fleksibel.
Yayan menilai PLTU memiliki karakteristik operasi yang relatif kaku karena tidak dapat menaikkan atau menurunkan produksi listrik secara cepat untuk mengikuti perubahan permintaan maupun harga listrik setiap jam.
Skema tarif listrik waktu riil atau real time padahal membutuhkan sistem tenaga listrik yang fleksibel; mulai dari pembangkit yang dapat menyesuaikan produksi, jaringan antarwilayah yang kuat, hingga fasilitas penyimpanan energi.
"PLTU juga lamban dinaikturunkan. Di Australia, kombinasi PLTU kaku dan surya atap sudah menimbulkan masalah beban minimum pada siang hari," kata Yayan ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (9/10/2026).
Kontrak ToP































