Trump juga membantah isu bahwa AS akan menyerang Iran sebelum Pemilu Sela. “Kami tidak akan menyerang Iran sebelum Pemilu Sela AS dilaksanakan pada 3 November,” tegas Trump dalam cuitan di media sosial.
Jika situasi di Timur Tengah ‘mendingin’, maka harga minyak bisa lebih terkendali. Ini akan membuat dunia bisa menghindari ancaman inflasi tinggi, yang kemudian mendorong bank sentral untuk tidak menaikkan suku bunga acuan secara agresif.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Faktor yang juga menopang harga emas adalah aksi borong yang masih dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara. Bank Sentral China (PBoC) menjadi pembeli emas terbanyak dengan menambah sekitar 23 ton bulan lalu. Ini menjadi pembelian bulanan terbanyak sejak 2023.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana prospek harga emas untuk hari ini, Jumat (9/10/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali ke jalur koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 40. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 33. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berpeluang naik. Target resisten terdekat adalah Moving Average (MA) 10 di US$ 4.162/troy ons.
Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.179-4.217/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.268/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun, cermati pivot point di US$ 4.115/troy ons. Dari situ, harga emas berisiko menguji level US$ 4.096-4.011/troy ons.
Target paling pesimistis adalah US$ 3.952/troy ons.
(aji)


























