“Sekarang bahkan tingkat price earning ratio (PER) kita mungkin menjadi salah satu pasar dengan tingkat rata-rata PER termurah di kawasan. Dan ini juga menjadi modal untuk regaining attract minat dari para investor ke pasar modal kita ke depan,” katanya.
Dari lantai bursa, investor asing masih mencatat posisi jual bersih sekitar Rp3,1 triliun sepanjang bulan ini. Sementara itu, posisi jual bersih investor asing mencapai Rp110,28 triliun sepanjang tahun ini.
Sementara itu, IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,88% dan mencatat penurunan 115,44 poin di posisi 6.031,28 pada penutupan Kamis (8/10/2026).
Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terbenam di zona merah, dengan tekanan jual yang semakin deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 6.179,09 hingga terendahnya menyentuh 6.031,28.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp12,72 triliun, yang didominasi aksi jual dari sejumlah 60,82 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 1,95 juta kali diperjualbelikan.
Tercatat hanya ada penguatan 171 saham, dan sebanyak 497 saham terjadi pelemahan. Sedangkan 119 saham stagnan. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah 0,09% di level Rp17.898/US$ pada tutup dagang.
Saham–saham perindustrian, saham energi, dan saham infrastruktur menjadi yang paling dalam pelemahan dengan masing–masing tertekan mencapai 2,86%, 2,76%, dan 2,54%.
(fik/naw)





























