Kapal Dakar tidak mencantumkan tujuan pelayaran, tetapi kemungkinan besar menuju Rusia karena statusnya yang terkena sanksi menyulitkan kapal tersebut untuk bersandar di pelabuhan-pelabuhan utama Eropa.
Rusia biasanya merupakan eksportir bersih bahan bakar seperti solar, tetapi serangan Ukraina yang makin intensif telah secara signifikan menghambat proses pengolahan minyak dan menyebabkan kelangkaan pasokan di dalam negeri.
Pengiriman MTBE ini terjadi setelah ada lonjakan aliran produk ke Rusia dari Korea Selatan dan India pada Juli dan Agustus, termasuk bahan bakar jet.
Rute Laut Utara biasanya dilalui oleh kapal-kapal dengan lambung yang diperkuat, meski kapal-kapal yang terkena sanksi tanpa sertifikasi kelas es—seperti Dakar—pernah melintasi jalur tersebut pada bulan-bulan yang lebih hangat. Pengiriman yang terpantau dari Korea Selatan dan India tidak melewati jalur Arktik tersebut.
Menurut Kpler, volume rekor sekitar 700.000 barel produk minyak diangkut dari Korea Selatan ke Rusia pada Agustus, bersama dengan sekitar 320.000 barel dari India. Angka ini menyusul pengiriman lebih dari 1,2 juta barel pada Juli, sebagian besar berasal dari negara Asia Selatan tersebut.
Satu kapal saja, Aram Khachaturian, melakukan tiga kali pengiriman selama Juli dan Agustus, mengangkut sekitar 260.000 barel produk minyak olahan, menjadikannya kapal tanker paling aktif di rute tersebut selama periode itu.
Sembilan kapal tanker lainnya—termasuk beberapa yang terkena sanksi Uni Eropa dan Inggris—juga terlibat, di mana sebagian di antaranya melakukan pengiriman melalui metode transfer antarkapal (ship-to-ship).
Aliran bahan bakar ke Rusia telah melambat sejak lonjakan tersebut, seiring Asia memasuki musim dingin di belahan bumi utara.
Data awal Kpler menunjukkan tidak ada ekspor dari India ke Rusia pada September, meski pelayaran tersebut membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk diselesaikan, sehingga arus pasokan mungkin baru akan tercatat belakangan.
Sebelumnya, menurut data Kpler, ekspor bahan bakar bulanan ke Rusia tidak pernah melebihi 150.000 barel sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Belum jelas pihak mana yang sebenarnya melakukan pengiriman terbaru dari Asia. Berdasarkan data Kpler, Vortexa, dan Signal Ocean, pengiriman dari Korea Selatan sebagian besar dilakukan dari Ulsan; pelabuhan ini memiliki banyak tangki penyimpanan yang memungkinkan eksportir dari wilayah lain menyimpan bahan bakar sebelum mengirimkannya ke tujuan akhir.
The Guardian pertama kali melaporkan pengiriman-pengiriman tersebut.
Menurut basis data Equasis, pemilik kapal Dakar adalah Vulcano Marine SA, yang memiliki alamat sama dengan pengelolanya, Ultramarine Navigation Management di Dubai.
Seseorang yang menjawab panggilan telepon ke Vulcano Marine menyatakan bahwa nomor tersebut salah, sedangkan tidak ada rincian kontak lain yang tercantum untuk Ultramarine Navigation.
(bbn)




























