Logo Bloomberg Technoz

Airlangga: Ekspor Baja RI Kena Tarif Masuk 50% ke AS dan Eropa

Redaksi
08 October 2026 14:50

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan bahwa industri baja di Indonesia kini tengah mendapat tekanan tarif yang berasal dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan juga Inggris.

“Mereka dalam tanda petik tidak bisa bersaing dengan Indonesia mereka mengenakan biaya masuk untuk steel 50% di Amerika,“ kata Airlangga di Jakarta baru-baru ini.

“Eropa juga nggak mau kalah steel dari Indonesia juga [dikenai tarif] 50%, Inggris juga nggak mau kalah steel dari Indonesia 50%.”


Menurut Airlangga, batasan tarif ini dilakukan usai Amerika Serikat  menyelenggarakan agenda global access steel baru-baru ini. Dalam agenda tersebut, baja dianggap sebagai komoditas strategis baik untuk  kebutuhan sipil,  militer maupun ruang angkasa.

Hal ini membuat negara Adidaya tersebut menaruh perhatian terhadap keberadaan pabrik-pabrik maupun industri baja di seluruh dunia.