Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Lagi, Ini Daftar Saham yang Dilepas

Muhammad Julian Fadli
08 October 2026 13:57

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham Sesi I hari ini, Kamis (8/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,8% ke 6.097,4. Investor asing masih gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp194 miliar, mengacu data Stockbit Sekuritas di papan perdagangan saham seluruh pasar (all market transaction).

Adapun investor asing net sell yang besar di saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencapai Rp37,64 miliar. Imbas tekanan jual yang deras, saham BMRI melemah 1,22% hingga menyentuh posisi Rp4.050/saham.

Perdagangan Saham BMRI Siang Hari Ini, Kamis (8/10/2026) (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing selama perdagangan Sesi I hari ini:

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp37,64 miliar
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp35,85 miliar
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp34,49 miliar
  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp31,92 miliar
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp27,61 miliar
  6. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp17,59 miliar
  7. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Rp16,06 miliar
  8. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp13,02 miliar
  9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp12,41 miliar
  10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp11,39 miliar

Sedangkan investor asing mencatatkan net buy terbanyak di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp48,78 miliar. Sejalan dengan dengan tren pembelian, saham BBCA menguat 0,41% di posisi Rp6.075/saham.

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Sesi I:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp48,78 miliar
  2. PT Astra International Tbk (ASII) Rp44,42 miliar
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp43,53 miliar
  4. PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) Rp20,56 miliar
  5. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp10,15 miliar
  6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp10,07 miliar
  7. PT BFI Finance Tbk (BFIN) Rp9,34 miliar
  8. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp8,12 miliar
  9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp7,58 miliar
  10. PT Aman Agrindo Tbk (GULA) Rp5,26 miliar