Penyebab koreksi harga emas dunia adalah harga minyak mentah yang kembali menguat. Kemarin, harga minyak jenis brent naik 0,36% ke US$ 100,94/barel.
Harga brent sudah naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terkerek 0,62%.
Ke depan, risiko lonjakan harga minyak masih terbuka karena konflik di Timur Tengah yang belum kunjung usai. Bloomberg News memberitakan, seperti dikutip dari The Atlantic, Gedung Putih sedang mempelajari opsi untuk menyerang Iran sebelum Pemilu sela di Negeri Paman Sam bulan depan.
Iran juga sedang mengintensifkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Kenaikan harga energi kembali membuat pelaku pasar cemas terhadap ancaman inflasi. Sepertinya bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan selain mendongkrak suku bunga acuan demi meredam kenaikan harga.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)





























