Logo Bloomberg Technoz

Kendatipun demikian, The Fed menegaskan keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi. Kondisi ini berpotensi menjaga yield UST dan dolar AS tetap tinggi, sehingga ruang penguatan aset emerging market seperti IHSG masih terbatas.

“Secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual dan membuka peluang Indeks memasuki fase konsolidasi,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

IHSG masih berada di bawah resistance 6.200–6240, sementara support berada di 6.100–6120. Selama support tersebut mampu dipertahankan, konsolidasi masih berpotensi menjadi fase base building; namun, pelemahan di bawah 6.100 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDY, KAEF, dan INDF.

Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, pada FOMC Minutes, para pejabat The Fed memperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebelum tutup tahun guna meredam inflasi yang telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun. 

Namun, ringkasan rapat tersebut tidak memberikan indikasi spesifik mengenai kapan para pengambil kebijakan berencana menaikkan suku bunga acuan, namun hanya menyebutkan harga-harga yang terus tinggi serta pasar tenaga kerja yang stabil kemungkinan besar akan mendorong kenaikan kedua tahun ini. Keputusan suku bunga berikutnya oleh The Fed dijadwalkan pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026.

“Secara teknikal, IHSG masih bertahan ditutup di atas level MA5 dan MA10. Penyempitan histogram negatif MACD masih berlanjut dan Stochastic RSI melanjutkan kenaikannya di area pivot. Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 6.200–6.230,” terang Phintraco.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BBRI, DOOH, TLKM, BRMS, dan PGEO.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, terkoreksinya Bursa Wall Street, turunnya harga mayoritas komoditas serta berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.090–6.030 dan resistance 6.200–6.260,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham CMRY, TOWR, PGEO, AMMN, MEDC, dan ADRO.

Panin Sekuritas menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh: ekspektasi tensi geopolitik yang meningkat, kembali naiknya yield obligasi global, melemahnya harga komoditas di hari ini, serta masih derasnya outflow dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah CMRY, KLBF, dan MAPA.

(fad)

No more pages