Logo Bloomberg Technoz

Deretan pencapaian rekor dan ekspektasi tinggi ini menegaskan betapa tajamnya pergeseran ekonomi dari booming AI yang menguntungkan Samsung, SK Hynix Inc., dan Micron Technology Inc., seiring para pengembang pusat data berlomba-lomba untuk mendapatkan chip memori bagi server AI mereka.

Counterpoint Research menaikkan perkiraannya untuk harga DRAM kuartal ketiga menjadi kenaikan 10% hingga 20% secara berurutan, dari sebelumnya 5% hingga 10%, dengan alasan bahwa pelanggan mempercepat pemesanan dan meningkatnya daya tawar harga di kalangan pemasok.

Kinerja saham Samsung masih 20% di bawah level all time high.

Booming ini telah mengubah bisnis semikonduktor Samsung, yang beberapa tahun lalu masih berjuang mengatasi kerugian akibat penurunan permintaan yang sangat tajam.

Kini, pengembangan infrastruktur AI menyerap DRAM canggih dalam jumlah besar, sementara Samsung semakin mendekati SK Hynix dalam bidang memori bandwidth tinggi (HBM)—chip penting yang digunakan bersama Nvidia Corp. dan akselerator AI lainnya. Kekuatan siklus ini juga tercermin dalam data perdagangan Korea Selatan, di mana ekspor semikonduktor pada bulan September meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Para analis secara rata-rata memperkirakan divisi chip Samsung akan membukukan laba operasional sebesar 110 triliun won, sementara unit elektroniknya akan melaporkan kerugian. Perusahaan yang bermarkas di Suwon ini akan merilis laporan keuangan lengkap pada 29 Oktober.

Harga saham Samsung masih sekitar 25% di bawah level puncaknya pada bulan Juni, bahkan setelah perusahaan tersebut melaporkan hasil yang memecahkan rekor pada bulan Juli. Para investor masih mempertahankan sikap skeptis terhadap lonjakan laba di sektor yang rentan terhadap siklus boom dan bust.

Samsung dan SK Hynix kini sedang memperluas kapasitas produksi sekaligus semakin mendukung perusahaan-perusahaan di sektor AI dalam upaya mendorong permintaan yang lebih besar terhadap produk mereka.

(bbn)

No more pages