Logo Bloomberg Technoz

Surface Laptop Ultra didasarkan pada chip Nvidia untuk laptop Windows yang akan mendukung komputasi umum maupun AI. Hal ini membuka arah persaingan baru antara Nvidia dan produsen terkemuka prosesor PC untuk keperluan umum, yaitu Intel Corp. dan Advanced Micro Devices Inc.

CEO Nvidia, Jensen Huang, bergabung dengan Satya Nadella, bos Microsoft, di atas panggung untuk membahas pengembangan chip PC baru tersebut.

“Kami telah sepenuhnya mengubah wajah komputer pribadi,” kata Jensen Huang.

Produsen PC lain seperti Dell Technologies Inc. dan HP Inc. yang menggunakan sistem operasi Windows juga telah mengembangkan perangkat dengan chip Nvidia terbaru.

Selama acara tersebut, para eksekutif menyampaikan alasan mengapa Windows sebaiknya digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan AI. 

Developer dapat menghemat biaya dan meningkatkan keamanan dengan memanfaatkan daya komputasi pada perangkat yang ada di hadapan mereka, alih-alih membayar penyedia layanan cloud. Mereka juga menyoroti fitur keamanan Windows untuk memantau dan mengendalikan tindakan agen AI.

Seiring waktu, pengembang dan pengguna akan mengharapkan alat AI didukung oleh kombinasi perangkat keras lokal dan layanan cloud, kata Satya Nadella.

Pada musim panas 2024, Microsoft meluncurkan kampanye pemasaran besar-besaran bersama mitra seperti Qualcomm Inc. untuk PC yang dioptimalkan untuk AI. Mereka menjanjikan fitur kecerdasan buatan yang tertanam langsung di perangkat, didukung oleh chip yang lebih bertenaga yang dibangun berdasarkan desain Arm Holdings Plc.

Namun, peluncuran tersebut diwarnai oleh kekhawatiran privasi seputar salah satu fitur andalannya, yang dimaksudkan untuk menyediakan catatan berguna mengenai tindakan yang telah dilakukan pengguna pada perangkat.

Analis industri Gartner mengatakan awal tahun ini bahwa melonjaknya biaya memori kemungkinan akan menunda PC AI menjadi mayoritas pengiriman hingga tahun 2028.

(bbn)

No more pages