Kerugian tersebut mencerminkan penurunan risk appetite yang lebih luas, sebab serangan baru Iran di Selat Hormuz meredam harapan bahwa pengiriman melalui jalur perairan penting tersebut dapat kembali ke tingkat sebelum perang, sehingga mendorong harga minyak mentah Brent melampaui US$100 per barel.
“Penurunan harga kripto ini lebih merupakan pembersihan pada posisi leverage daripada tren penurunan, yang berasal dari posisi-posisi yang bertaruh pada kenaikan harga yang dipaksa keluar, dengan sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long,” kata Dan Khus, kepala analis di LVRG Research.
Saham-saham AS melemah tipis setelah indeks S&P 500 ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya. Indeks Stoxx 600 Eropa menghentikan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut, sementara pemulihan di pasar obligasi juga mulai melemah, dengan imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun naik melampaui 5,3%.
Sementara itu, Tom Lee, pendukung kripto terkemuka dan chairman BitMine Immersion Technologies Inc., perusahaan akumulator Ether, mengatakan dalam sebuah konferensi di Singapura bahwa perusahaan pengelola aset digital tersebut akan menghentikan pembelian token Ether begitu target 5% tercapai. Saat ini, BitMine memiliki sekitar 4,9% dari seluruh Ether yang beredar.
?BREAKING: Tom Lee says BitMine will "STOP" buying ETH at 5% "hard cap." "We only need to get another 100,000 ETH to get to 5%," Lee said on stage at Token2049. Lee called 5% BitMine’s “hard cap,” saying it optimizes shareholder value.
— Coin Bureau (@coinbureau) October 7, 2026
Saham BitMine anjlok hingga 7,3% pada hari Rabu. BitMine telah turun hampir 60% dalam setahun terakhir, sementara Ether turun sekitar 45% dalam periode yang sama.
Penurunan harga kripto ini terjadi setelah pemulihan dari level terendah Bitcoin pada musim panas, meskipun harganya masih jauh di bawah puncaknya sebesar US$126.000 setahun yang lalu.
Pasar kemungkinan akan tetap bergejolak hingga akhir pekan ini tanpa adanya katalis baru, menurut Pratik Kala, manajer portofolio di Apollo Crypto. “Jika harga menembus di bawah US$83.000, ada kemungkinan Bitcoin akan kembali ke kisaran US$78.000, yang seharusnya memberikan dukungan,” pungkas dia.
(bbn)






























