Investor juga tengah mencermati dan bersikap wait–and–see terhadap kondisi cadangan devisa Indonesia per September, yang terjadi penurunan dibanding bulan sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia berada di posisi sebesar US$146,3 miliar. Sedikit lebih rendah ketimbang Agustus yang sebesar US$146,5 miliar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp36,2 triliun dari sejumlah 48,41 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,53 juta kali jual–beli.
Tercatat masih ada penguatan 258 saham, dan sebanyak–banyaknya 378 saham terjadi pelemahan. Sisanya 157 saham stagnan.
Saham–saham big caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini, pelemahan saham BYAN, saham UNTR, juga saham GOTO. Diperberat lagi oleh saham–saham energi, saham konsumen non primer, dan saham barang baku melemah paling dalam, dengan masing–masing minus 1,56%, 1,21% dan juga 1,14%.
Saham big caps menjadi pemberat IHSG hingga menempati top losers:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 14,82 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 4,58 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 3,35 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,93 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 2,73 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 2,1 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 2,04 poin
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengurangi 1,85 poin
- PT United Tractors Tbk (UNTR) mengurangi 1,84 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 1,63 poin
Sejumlah saham unggulan LQ45 lainnya juga menjadi pendorong pelemahan IHSG ialah, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang turun 3,45%, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ambles 2,93%, dan juga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 2,39%.
Senada, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) drop 2,17%, saham PT XLSmart Tbk (EXCL) melemah 2,09%. Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) terpeleset 2,07% hingga menjadi pemberat IHSG.
Ambrolnya IHSG hari ini turut tergencet manuver profit taking trader di pasar saham, sehingga IHSG berbalik bergerak di teritori negatif setelah sempat menguat hingga level 6.214,76. Secara teknikal, analisis Phintraco Sekuritas, IHSG masih bertahan ditutup di atas level MA5 dan MA10.
“Penyempitan histogram negatif MACD masih berlanjut dan Stochastic RSI melanjutkan kenaikannya di area pivot,” terang Phintraco, sehingga diprediksi IHSG masih berpotensi kembali menguat hingga menguji level 6.200–6.230.
Senada dengan analisis Panin Sekuritas yang menuturkan, IHSG masih terbuka peluang melanjutkan penguatan menuju MA50 di level 6.327 sampai dengan resistance 6.371, sebelum tutup gap di level 6.586, namun memang, sebelum itu IHSG harus mampu ditutup di atas MA20 di 6.253.
“Di sisi lain, support terdekat di range 5.967–6.035,” papar Panin.
(fad)






























