Sektor swasta menurutnya memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan. Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah hambatan dalam menjalankan investasi dan kegiatan usaha.
Dengan demikian, Dradjad mengatakan salah satu tugas yang didapuknya adalah membantu mengurangi berbagai hambatan tersebut, termasuk persoalan perizinan dan ketidaksesuaian kebijakan.
Di samping itu, pemerintah, kata dia juga akan mengoptimalkan berbagai stimulus yang telah berjalan, seperti subsidi upah, pembukaan rekening, program magang, dan bantuan pangan.
"Jadi ya tugas saya seperti yang saya sampaikan tadi, membantu tugas-tugas Pak Menko perekonomian, untuk memenuhi target-target yang ada di dalam asta cita, nah itu yang kita lakukan," pungkasnya.
Sebagai pengingat, Presiden Prabowo Subianto melantik ekonom senior Dradjad Wibowo sebagai wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko) pada Kamis (1/10/2026) di Istana Negara.
Drajad merupakan ekonom senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia kebijakan ekonomi, politik, hingga pemerintahan. Ia kini tercatat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Dradjad lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964. Sebelum aktif dalam pemerintahan dan politik, namanya dikenal sebagai ekonom di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur INDEF.
Pengalaman Dradjad di pemerintahan juga cukup panjang. INDEF mencatat ia pernah menjadi penasihat kebijakan pertanian di Kantor Staf Presiden (KSP), penasihat kebijakan pangan untuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, penasihat DPR RI, penasihat Tim Nasional Perundingan Perdagangan Internasional, serta Ketua Kelompok Ahli Dewan Ketahanan Pangan.
Dradjad juga pernah menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (BIN). Pengalaman tersebut membuat kiprahnya tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kebijakan publik, pangan, perdagangan, hingga isu strategis.
(lav)






























