Logo Bloomberg Technoz

Dua Erupsi Belum Berarti Aktivitas Meningkat

Daryono mengatakan dua kejadian erupsi saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan.

Menurut dia, aktivitas gunung api perlu dilihat sebagai sebuah rangkaian berdasarkan berbagai parameter pemantauan, bukan hanya dari satu atau dua kejadian erupsi.

"Belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan dua kejadian erupsi. Dalam memahami aktivitas gunung api, satu atau dua kejadian tidak sebaiknya dilihat secara terpisah," ujarnya.

Daryono juga meminta masyarakat tidak langsung menafsirkan kembali terjadinya erupsi sebagai pertanda akan segera terjadi erupsi yang lebih besar. Namun, kejadian tersebut tetap perlu diwaspadai dan dipantau.

Penilaian mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata dia, dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) - Badan Geologi berdasarkan hasil pemantauan berbagai parameter vulkanik.

"Masyarakat sebaiknya menjadikan informasi, status aktivitas, dan rekomendasi resmi PVMBG sebagai rujukan utama," katanya.

Masyarakat Diminta Tak Mendekati Kawah

Daryono mengatakan hal terpenting dalam mitigasi gunung api bukan menebak apakah erupsi berikutnya akan lebih besar atau lebih kecil, melainkan mematuhi zona bahaya dan rekomendasi resmi yang berlaku.

Pada kondisi Level II atau Waspada, masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki direkomendasikan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Pembatasan tersebut penting karena kawasan di sekitar kawah memiliki potensi bahaya yang dapat muncul secara tiba-tiba, seperti lontaran material vulkanik, abu, gas vulkanik, dan produk erupsi lainnya.

Daryono menegaskan masyarakat tidak perlu panik atas kembali terjadinya erupsi setelah jeda. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan aktivitas gunung api dan informasi resmi dari PVMBG-Badan Geologi.

"Erupsi kembali setelah jeda mengingatkan kita bahwa Anak Krakatau adalah gunung api aktif yang memiliki dinamika alamiah sendiri. Kondisi aktif-mereda-aktif kembali merupakan bagian dari proses vulkanik yang dapat terjadi," ujarnya.

"Dua kejadian erupsi tidak perlu langsung dimaknai sebagai pertanda akan terjadinya erupsi besar. Yang lebih penting adalah bagaimana perkembangan aktivitas tersebut berdasarkan pemantauan selanjutnya," lanjut Daryono.

(dec/spt)

No more pages