Iapun mengatakan bahwa saat ini hanya 15% rakyat Indonesia yang tersambung dengan internet terjangkau, meski konektivitas internet saat ini sudah menjangkau 80% masyarakat Indonesia.
Meski begitu Hashim menggarisbawahi bahwa koneksi 80% masyarakat Indonesia tersebut mayoritas menggunakan handphone.
“Karena banyak daerah kita yang punya sambungan itu pakai sambungan ini, handphone. Dan handphone ini sangat-sangat mahal untuk banyak rakyat kita,” kata Hashim.
Sebagai informasi, pada semester I-2026, Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45% dibandingkan dengan semester I-2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 1,89%.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,83%, diikuti oleh jasa lainnya sebesar 8,09%, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,24%.
(ell)





























