WRI memproyeksikan tingkat permintaan akan kebutuhan konsumsi bahan bakar diesel akan meningkat setiap tahun, dengan asumsi implementasi B50 dimulai tahun 2026, sehingga komposisi biodiesel terlihat lebih tinggi sejak 2026 dan penggunaan B0 menurun secara volume.
Apabila proyeksi permintaan transportasi diseimbangkan ke seluruh sektor, kebutuhan diesel nasional
diproyeksikan tetap meningkat usai tahun 2024, meski volume B0 menurun akibat peningkatan blending menuju B50.
"Peralihan sebagian populasi HDV [Heavy-Duty Vehicle] ke kendaraan listrik akan menurunkan permintaan diesel sektor angkutan darat serta memperkuat pengendalian subsidi dan impor," kata analisis tersebut.
Berdasarkan proyeksi WRI, nilai penghematan dari total volume bahan bakar diesel dalam periode 2030–2035 diperkirakan mencapai 77,9 juta Kl atau ekuivalen Rp930,9 triliun secara nilai perekonomian yang bisa dihemat dari pembelian jenis energi tersebut.
Untuk tahun 2035 dan seterusnya, tren penurunan subsidi diesel diperkirakan akan semakin membaik ke depannya seiring dengan penurunan pada total bahan bakar diesel yang akan diganti dengan sumber energi lain, yakni energi listrik.
Selain itu, kebutuhan atas impor diesel diproyeksikan akan perlahan menurun, seiring dengan menurunnya kebutuhan bahan bakar diesel.
Lalu, pada tahun 2034 dan seterusnya diproyeksikan realisasi produksi solar dalam negeri akan mencukupi kebutuhan solar, sehingga kebutuhan impor terus menurun, dan menghilangkan kebutuhan impor pada tahun 2035-2040.
"Hal ini menunjukkan skenario ini akan melepaskan ketergantungan sumber solar dari aktivitas impor secara berkelanjutan," kata analisis WRI.
Untuk diketahui, dalam Rancangan Anggaran dan Pembiayaan Negara (RAPBN) 2027, subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau Solar turun baik secara nilai maupun volume.
Subsidi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau Solar turun dari Rp28,69 triliun menjadi Rp28,34 triliun atau berkurang sekitar Rp351,7 miliar. Dari sisi volume, volume JBT Solar juga turun menjadi 19 juta kl dari 19,56 juta kl.
(ros)





























