OJK juga melengkapinya dengan publikasi semesteran, infografis bulanan, serta akses data yang lebih rinci melalui portal resmi data OJK.
Sebagai catatan, OJK mencatat total pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp1.949 triliun hingga Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 3,09% secara tahunan.
Adapun sektor perbankan masih menjadi sumber utama pembiayaan UMKM dengan porsi 82,62%.
Sementara itu, pembiayaan UMKM dari sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) tumbuh lebih tinggi, yakni 9,92%, dengan pangsa 17,3%.
Di sisi lain, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik menekankan bahwa ketersediaan data yang berkualitas dapat memperkuat pemahaman mengenai kondisi UMKM sekaligus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan.
"Kami berharap publikasi ini dapat memperkaya referensi dan literasi mengenai UMKM serta memperluas kolaborasi dan kemitraan untuk mendorong semakin banyak UMKM yang maju," ujar Riza.
Ke depan, kata dia, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Sehingga Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh regulator, kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai referensi dalam memahami perkembangan pembiayaan UMKM serta menyusun kebijakan, strategi bisnis, dan program pengembangan UMKM yang semakin tepat sasaran.
(prc/ell)





























