Sejumlah wilayah di Asia Tenggara diselimuti kabut asap pekat dalam beberapa pekan terakhir ketika Indonesia menghadapi salah satu musim kebakaran hutan terburuk dalam beberapa tahun. Kebakaran yang sulit dikendalikan tersebut dipicu praktik pertanian tebang dan bakar yang telah berlangsung lama, sementara kondisi kebakaran diperburuk oleh El Niño yang semakin intens dan membuat lahan mengering.
Kelompok lingkungan Greenpeace mengidentifikasi lebih dari 20 perusahaan kelapa sawit, pulp, dan gula, termasuk beberapa perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Malaysia dan Singapura, yang konsesi lahannya mencakup sumber asap dari kebakaran.
Jumlah titik panas pada bulan lalu merupakan yang tertinggi sejak 2015, ketika keadaan darurat kabut asap regional menyebabkan gangguan luas dan ketegangan diplomatik, menurut platform pemantauan kebakaran SiPongi milik Kementerian Kehutanan.
Pekan lalu, penyelenggara Kuala Lumpur Standard Chartered Marathon membatalkan lomba untuk anak-anak karena kekhawatiran terhadap kesehatan, tetapi tetap menggelar kategori lomba lainnya, termasuk jarak maraton penuh dan setengah maraton. Meski demikian, para pelari tercepat dalam kategori maraton penuh mencatat waktu yang lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Maraton tersebut juga dibatalkan pada 2015.
(bbn)































