Logo Bloomberg Technoz

“Memang kalau saat ini kita masih stick kepada regulasinya bahwa untuk berjualan harus sesuai dengan HPM juga. Kita kalau misalnya ada kesulitan kita terbuka juga untuk bisa kita, kadang-kadang dari tambang juga enggak ada opsi lain, enggak bisa eksplorasi juga untuk ini,” kata Cecep  di sela BIG Downstream Insight, Selasa (6/10/2026).

Adapun, Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) menyoroti maraknya praktik penyimpangan transaksi jual beli bauksit oleh pabrik pengolahan dan pemurnian yang tidak mengacu pada HPM.

Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto menyebut tingginya gairah investasi di sektor pengolahan bauksit salah satunya dipicu oleh margin keuntungan pengusaha smelter yang sangat besar.

Keuntungan tersebut diperoleh karena pengusaha smelter dan refinery membeli bahan baku bauksit dari penambang hulu dengan harga di bawah HPM.

"Bisa jadi investasi naik karena pemilik refinery [pabrik pemurnian] lebih untung. Untungnya lebih besar, tetapi kan ini membunuh sektor hulunya bauksit," tegas Ronald saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).

Ronald juga mengatakan selisih harga pembelian bijih bauksit jika tidak mengikuti HPM dapat mencapai hampir US$10/metrik ton.

Kondisi itu dinilai memberatkan penambang bauksit karena mereka harus menanggung tekanan harga, sementara sejumlah kewajiban—seperti pembayaran royalti — tetap mengacu pada HPM.

“[Smelter membeli bauksit] di bawah HPM, selisihnya hampir US$10 per ton. Terlalu berat. Pemerintah harus memperbaiki alurnya,” ujar Ronald.

ABI mencatat persoalan tersebut terjadi karena jumlah fasilitas pengolahan bauksit yang beroperasi belum sebanding dengan jumlah produksi bauksit nasional.

“Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan tersebut membuat posisi tawar penambang menjadi lebih lemah,” ungkapnya.

Hal ini membuat sebagian produksi bauksit akhirnya tidak terserap sehingga perusahaan tambang berada dalam posisi sulit ketika melakukan  penjualan.

Adapun, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi bijih bauksit sepanjang 2025 mencapai 33,75 juta metrik ton.

Tahun ini, dalam rencana kerja strategis (renstra) Kementerian ESDM, produksi bijih bauksit ditarget sebesar 22,64 juta metrik ton.

(azr/wdh)

No more pages