Serangan tersebut juga menunjukkan bahwa Laut Hitam semakin menjadi jalur yang berisiko bagi perdagangan komoditas pertanian. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai bagaimana hasil panen dari Rusia dan Ukraina, yang merupakan dua negara eksportir terbesar dunia, dapat mencapai pembeli global.
Pelabuhan di sepanjang pesisir Rumania dan Bulgaria, termasuk Constanta, Varna, dan Burgas, telah menjadi alternatif penting bagi para pedagang yang menghadapi gangguan di wilayah lain. Meningkatnya risiko di jalur-jalur tersebut dapat semakin mempersempit pilihan, dengan dampak potensial terhadap biaya angkutan dan harga biji-bijian.
Radev mengatakan serangan tersebut tidak dapat memicu klausul perlindungan NATO, termasuk konsultasi resmi dan prinsip bahwa serangan terhadap satu negara anggota merupakan serangan terhadap seluruh aliansi, karena sebelumnya telah terjadi insiden yang lebih serius tanpa memicu respons sekuat itu.
Dia mengatakan keputusan mengenai sifat dan bentuk respons tersebut berada di tangan pimpinan NATO.
“Kapal-kapal terus ditenggelamkan di Laut Hitam dan serangan drone terhadap kapal juga sering terjadi,” kata Radev dalam sebuah acara di Sofia pada Selasa. Dia memperingatkan bahwa konflik yang berlangsung lama cenderung meluas secara geografis.
Sebuah kapal kargo juga terbakar dan tenggelam pada Senin di zona ekonomi eksklusif Rumania, dengan dua awak ditemukan tewas. Kapal yang mengangkut jagung tersebut dimiliki Turki dan terkena serangan dua drone Rusia, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Sebuah feri Bulgaria yang melintas menyelamatkan 18 awak kapal berbendera Palau yang terbakar tersebut. Radev mengatakan kapal itu mengangkut gandum.
Kapal lain yang terkena serangan pada malam hari tenggelam tanpa ada informasi mengenai awak maupun muatannya. Operasi pencarian dan penyelamatan awak kapal berbendera Togo tersebut masih berlangsung.
“Kebebasan navigasi menjadi tidak berarti jika Rusia dapat menjadikannya sebagai risiko bagi awak dan kapal sipil,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam unggahan di X pada Selasa. “Rusia tidak boleh dibiarkan mengenakan pajak tersembunyi terhadap perdagangan internasional melalui kekerasan dan ketidakamanan,” ujarnya.
Otoritas Bulgaria juga memantau kapal lain yang hanyut di lepas pantai Bulgaria. Kapal tersebut terkena serangan pada Agustus dan tidak memiliki awak, kata Radev. Otoritas dapat mengambil tindakan jika kapal itu memasuki perairan teritorial Bulgaria. Presiden Iliana Yotova menjadwalkan rapat dewan keamanan pada Rabu untuk membahas risiko akibat invasi skala penuh Rusia yang masih berlangsung di Ukraina.
Madeleine Overgaard, manajer senior data pertanian di Kpler, mengatakan kedua kapal yang terkena serangan pada malam hari tersebut sedang berlayar menuju atau dari pelabuhan Ukraina. Menurut dia, belum ada bukti jelas mengenai ancaman langsung terhadap kapal yang menggunakan pelabuhan utama Bulgaria dan Rumania.
“Meski demikian, serangan tersebut memperluas area berisiko tinggi. Kapal kini dapat menghadapi risiko yang lebih besar sejak memasuki Laut Hitam, bukan hanya ketika mendekati pelabuhan Ukraina,” kata Overgaard.
(bbn)





























