Logo Bloomberg Technoz

Harga emas sempat mengalami koreksi dua hari beruntun sebelum kenaikan kemarin. Selama dua hari tersebut, harga terpangkas 0,91%.

Jadi, ada kemungkinan sepertinya harga emas sudah relatif murah di mata investor. Valuasi yang menarik membuat emas kembali dilirik.

Selain itu, penurunan harga minyak juga menjadi angin segar bagi emas. Koreksi harga si emas hitam terjadi akibat pasokan dari Timur Tengah yang mulai kembali lancar.

Penurunan harga minyak meredakan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan bulan ini. Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate ditahan di 3,75-4% dalam rapat Oktober adalah 79,5%.

“Harga emas mulai stabil. Kekhawatiran soal kenaikan suku bunga acuan yang agresif mereda akhir-akhir ini,” sebut Barbara Lambrecht, Analis di Commerzbank, dalam catatannya.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages