Logo Bloomberg Technoz

Meski tidak secara langsung berkaitan dengan kekhawatiran mengenai masa depan politik dan fiskal Prancis yang telah memicu aksi jual tajam aset-aset keuangan dalam beberapa bulan terakhir, protes pelajar membawa nuansa gejolak antargenerasi dan menyoroti sulitnya pemerintah mengendalikan belanja publik sekaligus menyediakan seluruh layanan dasar yang dituntut masyarakat.

Hampir 900 SMA—atau lycée—ditutup dari total sekitar 3.700 sekolah, menurut Agence France-Presse yang mengutip Kementerian Pendidikan. Jajak pendapat Odoxa untuk surat kabar Le Figaro yang diterbitkan Kamis menunjukkan 62% warga Prancis mendukung mobilisasi pelajar.

Di Place de la République, Paris, lokasi aksi terbesar, demonstran yang berdiri di atas truk meneriakkan slogan seperti “uang untuk sekolah kami, uang untuk guru” diiringi musik techno.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Lecornu mengirim surat kepada para menterinya pada Minggu, meminta mereka mengajukan proposal terkait isu-isu yang disuarakan para pelajar. Surat tersebut menyebutkan bahwa rancangan anggaran awal pemerintah mencakup tambahan €1,2 miliar (US$1,3 miliar) untuk pendidikan tahun depan.

Dia mengatakan pada Selasa bahwa kegiatan belajar mengajar akan dihentikan hingga akhir pekan agar pembahasan politik dapat berlangsung di lingkungan sekolah menengah atas.

Ketegangan di Pasar

Namun, ruang untuk melakukan reformasi yang membutuhkan biaya besar sangat terbatas. Kerusuhan tersebut terjadi di tengah meningkatnya sorotan pasar keuangan, ketika investor melepas aset-aset Prancis karena khawatir terhadap defisit anggaran yang membengkak dan ketidakstabilan politik.

Pemerintah berupaya mendapatkan dukungan parlemen untuk memangkas belanja publik secara signifikan demi menurunkan defisit fiskal menjadi 5% dari output ekonomi pada 2027—target yang gagal dicapai tahun ini. Namun, kelompok oposisi yang telah dua kali menjatuhkan perdana menteri akibat rencana anggaran dalam dua tahun terakhir enggan berkompromi, sementara waktu menuju pemilihan presiden tersisa kurang dari tujuh bulan.

Pada Selasa, kandidat presiden Prancis dari kubu sayap kanan Marine Le Pen mengusulkan pengurangan defisit secara tajam dan meminta Bank Sentral Eropa turun tangan untuk menekan biaya utang yang melonjak. Langkah itu dilakukan ketika dia berupaya meyakinkan investor mengenai kredibilitas kebijakan keuangannya menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Rencana Le Pen untuk mempersempit defisit tersebut akan jauh melampaui upaya yang dilakukan Prancis dalam beberapa tahun terakhir dan menuai kritik dari para pesaingnya dalam pemilihan presiden. Kandidat sayap kiri Jean-Luc Mélenchon menulis di media sosial bahwa Le Pen berusaha mendapatkan persetujuan para spekulan dan bahwa rencananya akan “melumpuhkan perekonomian serta memperburuk defisit dan utang.”

Kerusuhan pelajar menambah tekanan dari krisis biaya hidup yang lebih luas di negara tersebut, yang berkaitan dengan lonjakan harga bahan bakar akibat konflik global. Para nelayan memblokade sejumlah pelabuhan pada akhir September. Sementara itu, seruan untuk menghidupkan kembali aksi protes Yellow Vest semakin banyak bermunculan di media sosial. Gerakan akar rumput tersebut dimulai pada 2018 dan kemudian berkembang menjadi kerusuhan nasional.

“Kami tidak terlalu khawatir mengenai utang atau kenaikan biaya pinjaman karena sebagian besar negara berada dalam situasi yang sama,” kata Christophe, yang mengambil cuti setengah hari dari pekerjaannya sebagai dekorator lokasi syuting untuk menghadiri demonstrasi di Paris bersama putrinya yang berusia 16 tahun, Eleonore, dan teman-temannya.

“Pemilu harus menghadirkan orang-orang baru yang akan mengenakan pajak kepada orang-orang superkaya dan perusahaan-perusahaan besar,” tambahnya. “Kami tidak mampu terus berada dalam situasi seperti ini.”

Aksi protes umum lainnya direncanakan pada 17 Oktober dan didukung oleh partai France Unbowed yang dipimpin Mélenchon. Sementara itu, lima serikat pekerja menyerukan aksi mogok nasional pada 5 November untuk menuntut kenaikan upah, penguatan layanan publik, perlindungan lapangan kerja, dan dukungan bagi sektor industri.

(bbn)

No more pages