Logo Bloomberg Technoz

Penurunan harga minyak meredakan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan bulan ini. Mengutip CME FedWatch, probabilitas Federal Funds Rate ditahan di 3,75-4% dalam rapat Oktober adalah 79,5%.

“Harga emas mulai stabil. Kekhawatiran soal kenaikan suku bunga acuan yang agresif mereda akhir-akhir ini,” sebut Barbara Lambrecht, Analis di Commerzbank, dalam catatannya.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (7/10/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 41. Masih menghuni area jual (short).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan bergerak sideways. Kenaikan maupun penurunan rasanya belum akan terlalu drastis.

Cermati pivot point di US$ 4.143/troy ons. Dari situ, ada risiko harga emas menguji support US$ 4.130-4.095/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 4.067/troy ons.

Sementara itu, US$ 4.172/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik itu berpotensi mengerek harga emas ke rentang US$ 4.188-4.190/troy ons.

Target paling optimistis adalah US$ 4.210/troy ons.

(aji)

No more pages