Peluncuran Mythos merupakan momen penting dalam dunia keamanan siber karena kemampuan model tersebut untuk mengotomatiskan sebagian pekerjaan peretas yang canggih. Sejak saat itu, serangkaian insiden di mana model Anthropic dan OpenAI secara tidak sengaja meretas pemerintah, perusahaan, dan organisasi nirlaba telah menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan teknologi tersebut.
Anthropic mengatakan pada hari Selasa bahwa peluncuran terbatas terbaru ini akan melibatkan seluruh anggota Project Glasswing dan mewajibkan peninjauan terhadap semua organisasi baru yang bermitra dengan pemerintah AS.
Pada bulan Agustus, Washington menyatakan akan bermitra dengan perusahaan-perusahaan sektor swasta untuk melancarkan serangan siber di luar negeri, sehingga memperluas cakupan operasi keamanan nasional yang hingga kini sebagian besar dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah.
Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, hari Selasa, mengatakan kepada Bloomberg Television, Mythos telah meningkatkan risiko keamanan siber global “10 kali lipat.”
Berbagai jenis tim keamanan siber akan diizinkan untuk mengajukan permohonan tingkat akses yang lebih rendah. Tim merah, yang melakukan peretasan yang diizinkan terhadap target guna menemukan dan memperbaiki kelemahan, akan memiliki izin lebih luas untuk menguji keamanan model AI, termasuk untuk pengujian ofensif, namun Anthropic menyatakan bahwa mereka tetap akan memblokir perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik dan gangguan massal.
Tim keamanan siber pertahanan yang terverifikasi akan memiliki tingkat akses yang sedikit lebih rendah, namun hal ini akan memungkinkan tugas-tugas seperti rekayasa balik malware dan tanggap insiden.
(bbn)































