Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Saham–saham transportasi, saham teknologi, dan saham energi mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 3,16%, 3,09% dan 2,67%.

Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (6/10/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 19,78 poin
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 11,11 poin
  3. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyumbang 6,48 poin
  4. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 5,08 poin
  5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyumbang 3,71 poin
  6. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 2,85 poin
  7. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 2,23 poin
  8. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 2,04 poin
  9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 1,91 poin
  10. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyumbang 1,85 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melonjak 5,45% dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga melesat 5,21%. Sama halnya, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga lompat hingga 4,04%.

Senada penguatan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang menguat 3,98%, saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) melesat 3,68%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang mencetak penguatan 3,54%.

IHSG ditutup menguat 1,21% di level 6.192,92 pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Adapun penguatan IHSG ditopang oleh membaiknya index bursa global dan pasar Asia yang melaju positif. Rupiah ditutup menguat 0,04% di level Rp17.900/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, menjadi tambahan pendorong IHSG.

Rupiah Ditutup Menguat. (Bloomberg)

Ditambahlagi, melansir Phintraco Sekuritas, harga minyak acuan Brent yang melemah di bawah level US$100 per barel terdorong ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mulai pulih mendekati level sebelum perang, menjadi sentimen positif.

“Melemahnya harga minyak menjadi faktor positif karena meredanya tekanan inflasi dan pelebaran defisit APBN,” papar Phintraco dalam catatan terbarunya.

Investor akan menantikan data cadangan devisa Indonesia data bulan September 2026 (7/10/2026) yang sebelumnya meningkat di level US$146,5 miliar pada Agustus 2026 dari US$145,3 miliar pada Juli 2026. 

Secara teknikal, IHSG ditutup di atas level MA10. Histogram negatif MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Sehingga potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230–6.280 pada perdagangan Rabu (7/10/2026) esok hari.

Senada, Panin Sekuritas menuturkan, IHSG dalam perjalanan menuju MA20 dan MA50 di rentang 6.264–6.335 sampai dengan resistance 6.371. 

“Jika area ini berhasil ditembus, berpotensi menutup gap di angka 6.586,” analisis Panin, yang juga menyematkan support terdekat di range 5.967–6.035.

(fad)

No more pages