Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, angka tersebut masih di bawah target pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,4%.

Sementara itu, aktivitas ekonomi Indonesia juga didukung oleh peningkatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi.

“Kombinasi kebijakan tersebut mendukung pertumbuhan dalam jangka pendek, tetapi turut menyebabkan ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih besar,” sebut laporan tersebut.

Ketidakseimbangan tersebut diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, dengan defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar menjadi 1,5% dari PDB pada 2026.

Seiring dengan moderasi stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah diproyeksikan semakin bergantung pada investasi swasta.

“Inflasi diperkirakan tetap berada di sekitar batas atas kisaran target bank sentral,” sebut laporan tersebut.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal II 2025.

(ell)

No more pages