Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham transportasi, saham teknologi, dan saham energi menjadi penopang penguatan IHSG di zona hijau. Adapun masing–masing berhasil menguat 3,32%, 2,58% dan 2,33%. Tercatat sebanyak–banyaknya 498 saham menguat, dan masih ada 157 saham melemah. Sedang terdapat sejumlah 130 saham yang stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham big caps terutama saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menopang penuh hijaunya IHSG keseluruhan.

Saham BYAN berhasil menguat 5,51% di level Rp12.925/saham usai sebanyak 3,23 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BYAN sepanjang hari ini mencapai Rp40 miliar lebih.

Lebih potensial lagi, saham BBRI mencatatkan kenaikan 1,61% hingga ditutup di posisi Rp3.170/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BRI mencapai 59 juta saham dengan nilai Rp186 miliar.

Sepuluh saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Selasa.

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 11,12 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 7,41 poin
  3. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyumbang 5,61 poin
  4. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 5,34 poin
  5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 4,01 poin
  6. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyumbang 3,71 poin
  7. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 3,67 poin
  8. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 2,68 poin
  9. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 2,23 poin
  10. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 1,67 poin

Mengutip Phintraco Sekuritas, IHSG terpicu oleh sentimen yang datang dari dalam negeri, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk program stimulus mencapai Rp31 triliun pada Kuartal IV–2026. Yang bertujuan memperkuat perekonomian nasional melalui kebijakan yang berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha. 

“Stimulus yang dilakukan berupa pembukaan rekening kepada warga negara berusia di atas 17 tahun yang termasuk dalam desil 1 sampai dengan 4, dengan anggaran Rp1,28 triliun. Stimulus kedua adalah bantuan pangan berupa beras 10 Kg dengan anggaran Rp17,5 triliun. Stimulus ketiga adalah bantuan subsidi upah dengan alokasi anggaran Rp12 triliun,” tulis Phintraco dalam catatan terbarunya.

Tahun 2027, Pemerintah melanjutkan program magang bagi 150 ribu peserta dan pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang. Kemudian pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan lebih rendah dari Rp10 juta per bulan diperluas untuk 7.5 juta pekerja. Selain itu Pemerintah juga memperpanjang PPN DTP hingga 2027 untuk rumah sampai Rp2 miliar, serta PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar untuk rumah berharga sampai Rp5 miliar. 

“Pemerintah juga menyiapkan KPR bersubsidi bunga 6% bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk rumah hingga Rp500 juta,” lanjut Phintraco.

Senada, menurut Panin Sekuritas, penguatan IHSG juga didorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah, yang mana ini positif untuk emiten perbankan, serta penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah, sebesar Rp900 ribu untuk ~13,3 juta pekerja sebagai upaya meningkatkan daya beli.

Terlebih lagi, “Pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026,” mengutip paparan Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages