Sementara itu, MNC Sekuritas melihat IHSG saat ini masih didominasi oleh volume pembelian.
Kendati demikian, MNC Sekuritas memperkirakan posisi indeks berada pada bagian dari wave c dari wave (y) sehingga investor perlu mencermati potensi koreksi.
MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi IHSG berada pada rentang 5.850-5.911. Adapun level support berada di 5.949 dan 5.872, sedangkan resistance berada di 6.187 dan 6.297.
Dari eksternal, sentimen pasar masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). BRIDS menilai pelaku pasar akan mencermati Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026 sebagai petunjuk arah suku bunga The Fed.
Selain itu, investor akan mencermati data ISM Services, data perdagangan AS, serta pergerakan yield US Treasury 10 tahun yang masih berada di sekitar 5,3%.
Pelemahan data ekonomi AS berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan atau penahanan suku bunga, meski yield yang masih tinggi tetap menjadi risiko bagi aset pasar berkembang.
Terbaik di Asia
Sebelumnya, IHSG berhasil menutup perdagangan Senin (5/10/2026) di zona hijau dengan mencatat penguatan yang optimistis. IHSG ditutup menguat 1,36% di posisi 6.118,86.
Saat itu, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor empat di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), dan PSEi (Filipina).
Hingga lebih unggul daripada TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), dan KLCI (Malaysia), yang ditutup di zona penguatan.
Volume transaksi tercatat mencapai 40,97 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp9,97 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,64 juta kali diperjualbelikan.
Adapun sebanyak 526 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 153 saham melemah. Sedangkan lainnya 114 saham tidak bergerak.
Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin. Saham–saham properti, saham barang baku, dan saham infrastruktur mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 2,31%, 2,06% dan 1,99%.
Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melonjak 4,07% dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga melesat 3,72%. Sama halnya, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga lompat hingga 3,66%.
Disusul oleh penguatan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang menguat 3,61%, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melesat 3,46%, dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang mencetak penguatan 3,45%.
(fik/naw)










