"OJK akan terus mencermati perkembangan tersebut dan akan terus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan kepada investor," lanjut Hasan.
Selain instrumen konvensional, skema alternatif Securities Crowdfunding (SCF) turut menunjukkan tren kenaikan dengan total penghimpunan dana secara akumulatif mencapai Rp2,06 triliun.
Dari sisi partisipasi masyarakat, integrasi ekosistem digital berhasil mendorong pertumbuhan basis investor sebesar 57,96% secara year-to-date (YTD) atau bertambah 1,03 juta, sehingga totalnya menyentuh 32,17 juta investor per September 2026.
Pertumbuhan penghimpunan dana dan lonjakan partisipasi investor ritel ini terjadi di tengah tekanan arus modal keluar (outflow). Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sale) sebesar Rp10,24 triliun pada September 2026, berbalik dari posisi beli bersih (net buy) senilai Rp1,19 triliun pada bulan sebelumnya.
Meskipun demikian, OJK menilai fundamental dan ketahanan pasar modal nasional tetap terjaga solid di tengah ketidakpastian suku bunga global serta meningkatnya ketegangan geopolitik.
(ain)
































