“Kami akan terus dampingi yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik,” tutur Karina.
Guna menindaklanjuti insiden tersebut, tim teknis gabungan dari KAI Commuter, KAI, serta mitra terkait telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada eskalator yang bermasalah. Dari hasil investigasi awal di lapangan, ditemukan adanya kerusakan pada sistem penggerak fasilitas penunjang tersebut.
Proses perbaikan intensif kini tengah dilakukan oleh tim teknis agar fasilitas eskalator dapat kembali beroperasi secara normal dan aman. Sebelum kembali dibuka untuk umum, eskalator wajib melalui serangkaian uji kelayakan ketat demi menjamin pemenuhan standar keselamatan pengguna.
Sebagai langkah penyesuaian selama masa perbaikan, alur penumpang di Stasiun Duri sementara waktu dialihkan menggunakan tangga manual. Penumpang yang masuk kategori prioritas disarankan untuk memanfaatkan fasilitas lift yang berlokasi di area belakang musala.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna pada saat menggunakan eskalator,” tutur Karina.
Manajemen KAI Commuter turut mengimbau seluruh pengguna Commuter Line yang hendak melakukan transit maupun keluar-masuk area Stasiun Duri agar senantiasa berhati-hati serta terus mengutamakan keselamatan diri.
Sebelumnya, insiden ini terjadi akibat eskalator di area akses menuju jalur 5 Stasiun Duri mengalami gangguan saat digunakan penumpang, Sabtu sekitar pukul 07.45 WIB.
Eskalator yang semula bergerak naik tiba-tiba bergerak mundur. Akibatnya, sejumlah penumpang kehilangan keseimbangan, terjatuh, dan saling bertabrakan. Sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
Video beredar di media sosial dan memperlihatkan sejumlah penumpang terduduk serta terjatuh di atas eskalator.
Setelah kejadian, area eskalator langsung diamankan dan penggunaannya dihentikan sementara.
Saat itu, KAI Commuter menyebut seluruh pengguna terdampak telah dievakuasi dan mendapat penanganan awal di Pos Kesehatan Stasiun Duri. Pemeriksaan teknis kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi dan penyebab gangguan pada eskalator.
(dhf)





























