Valuasi Bitcoin sempat turun lebih dari setengahnya dari level tertingginya pada suatu titik tahun ini.
Kekuatan Bitcoin muncul setelah ia berhasil melewati tren makroekonomi terkini tanpa mengalami dampak yang signifikan. Kegagalan Senat AS dalam mengesahkan RUU regulasi kripto yang sangat dinantikan serta kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertengahan September tidak berdampak negatif terhadap mata uang kripto tersebut.
“Investor di seluruh dunia telah mengamati kekuatan relatif ini,” kata Pratik Kala, kepala riset di Apollo Crypto.
“Ditambah dengan sentimen pasar yang mencapai titik terendah dalam sejarah dua bulan sebelumnya, sentimen saat ini menunjukkan bahwa penurunan harga adalah peluang untuk membeli.”
Perbaikan harga pada awal Oktober ini bertepatan dengan tren musiman tradisional di pasar kripto yang umumnya disebut sebagai “Uptober.” Bitcoin telah mencatatkan kenaikan pada 10 dari 15 bulan Oktober terakhir.
Laju negatif sebesar 7% tahun lalu, meski bukan yang terburuk bagi aset tersebut di bulan Oktober, merupakan pembalikan arah yang sangat mengecewakan setelah mencapai rekor harga tertinggi.
Kenaikan ini juga terjadi menjelang even Token2049 di Singapura minggu depan, di mana para pemimpin dan eksekutif industri akan berkumpul di negara kota tersebut di tengah suasana yang lebih optimis daripada yang diperkirakan dua bulan lalu.
Para investor kini fokuskan perhatian pada laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat, yang menurut perkiraan para ekonom akan menunjukkan kenaikan jumlah tenaga kerja non-pertanian sekitar 90.000 pada bulan lalu, setelah naik 162.000 pada bulan sebelumnya—yang merupakan lonjakan terbesar sejak Maret. Indeks saham Eropa naik sekitar 1% pada awal perdagangan Jumat, sementara indeks saham berjangka AS naik sekitar 0,5%.
(bbn)






























