Retorika terbaru Rusia terbilang lebih tegas dari biasanya. Upaya Moskow untuk menjadikan produksi senjata dan berbagai bentuk bantuan lainnya sebagai alasan untuk melakukan pembalasan muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran para pejabat Eropa terhadap risiko meluasnya kampanye perang hibrida yang diarahkan dari Moskow. Rusia berupaya meningkatkan tekanan terhadap negara-negara sekutu Kyiv.
Pada Rabu (30/9), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow menganggap setiap negara Eropa yang membantu Kyiv “terlibat langsung” dalam konflik tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pasukan Rusia dapat menyerang produsen peralatan pertahanan di luar wilayah Ukraina jika perusahaan-perusahaan tersebut memproduksi senjata untuk Ukraina.
(bbn)






























