Tokenized stocks merupakan aset digital yang merepresentasikan saham atau memberikan eksposur terhadap nilai suatu saham melalui teknologi blockchain.
Dalam struktur tertentu, penerbit token membeli dan menyimpan saham yang menjadi aset dasar atau underlying. Selanjutnya, penerbit menciptakan token yang merepresentasikan aset tersebut.
Mekanisme tersebut membuat nilai token dapat mengikuti pergerakan harga saham acuannya. Meski demikian, struktur setiap produk dapat berbeda sehingga investor perlu memahami detail produk sebelum bertransaksi.
GOOGLX di Platform Pintu
Salah satu tokenized stocks yang berkaitan dengan Alphabet adalah GOOGLX. Ketersediaan produk, mekanisme perdagangan, dan ketentuannya dapat berubah.
Karena itu, pengguna perlu mengecek informasi terbaru yang tersedia di aplikasi Pintu sebelum melakukan transaksi. Informasi mengenai penerbit, underlying asset, kustodian, biaya, serta hak yang melekat pada token juga penting diperhatikan.
Cara Beli Saham Google di Indonesia
Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap Alphabet melalui tokenized stocks, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan.
1. Membuat Akun Pintu
Langkah pertama adalah membuat akun pada platform Pintu. Pengguna kemudian perlu menyelesaikan proses verifikasi identitas sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Mengisi Saldo
Setelah akun terverifikasi, pengguna dapat mengisi saldo menggunakan metode pembayaran yang tersedia.
Transaksi dengan denominasi rupiah membuat pengguna tidak selalu perlu melakukan konversi mata uang secara manual sebelum membeli aset.
3. Membuka Menu Market
Saldo yang telah tersedia dapat digunakan untuk mengakses bagian Market pada aplikasi.
Pengguna selanjutnya dapat memilih kategori tokenized stocks atau stocks untuk melihat aset yang tersedia pada platform.
4. Mencari GOOGLX
Jika tersedia, pengguna dapat mengetik ticker GOOGLX pada kolom pencarian.
Sebelum membeli, pastikan nama aset, struktur produk, harga, dan informasi lainnya telah diperiksa secara menyeluruh.
5. Menentukan Nominal Pembelian
Setelah memilih aset, pengguna dapat menentukan jumlah dana yang ingin digunakan untuk transaksi.
Sistem kemudian akan menampilkan estimasi jumlah token berdasarkan harga yang berlaku ketika transaksi dilakukan.
6. Memeriksa Detail Transaksi
Sebelum transaksi dikonfirmasi, pengguna perlu memeriksa kembali harga, jumlah token, biaya transaksi, serta ketentuan produk.
Setelah pembelian dikonfirmasi, token akan masuk ke akun sesuai mekanisme penyimpanan yang diterapkan oleh platform.
Tokenized Stocks vs Saham Biasa
Tokenized stocks dan saham biasa memiliki mekanisme kepemilikan yang berbeda meskipun pergerakan token dapat berkaitan dengan harga saham tertentu.
Ketika membeli saham melalui broker, investor membeli sekuritas yang tercatat dalam sistem pasar modal. Kepemilikan tersebut dapat memberikan hak tertentu sesuai dengan kelas saham yang dimiliki.
Sementara itu, tokenized stocks merupakan representasi digital berbasis blockchain. Pemegang token dapat memperoleh eksposur ekonomi terhadap underlying asset, tetapi belum tentu memperoleh seluruh hak yang dimiliki pemegang saham secara langsung.
Perbedaan Waktu Perdagangan
Perbedaan lainnya terdapat pada waktu perdagangan. Saham konvensional mengikuti jadwal bursa tempat saham tersebut diperdagangkan.
Sementara itu, tokenized stocks dapat menawarkan perdagangan di luar jam operasional bursa, termasuk 24/7, apabila mekanisme dan likuiditas platform mendukungnya.
Fleksibilitas tersebut membuat karakteristik perdagangan tokenized stocks berbeda dari transaksi saham melalui bursa tradisional.
Kelebihan Tokenized Stocks
Tokenized stocks memberikan sejumlah karakteristik yang dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap aset global.
Pertama, investor dapat memperoleh eksposur terhadap saham global tanpa harus menggunakan mekanisme pembelian saham konvensional melalui broker tertentu.
Kedua, tokenized stocks memungkinkan pembelian pecahan aset. Dengan demikian, modal yang diperlukan tidak harus sama dengan harga satu saham penuh.
Ketiga, teknologi blockchain dapat memberikan fleksibilitas dalam proses transaksi. Pada produk tertentu, perdagangan bahkan dapat tersedia di luar jam perdagangan bursa.
Namun, fleksibilitas tersebut tidak berarti tokenized stocks bebas dari risiko. Nilai aset tetap dapat mengalami perubahan mengikuti pergerakan underlying maupun kondisi pasar.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Sebelum membeli tokenized stocks, investor perlu memahami struktur produk dan aset yang menjadi underlying.
Risiko tidak hanya berasal dari perubahan harga saham. Investor juga perlu mempertimbangkan risiko penerbit token, kustodian, likuiditas, teknologi blockchain, serta struktur hukum produk.
Selain itu, biaya transaksi dan mekanisme penebusan token juga perlu diperiksa sebelum pembelian dilakukan.
Perhatikan Hak Ekonomi
Investor juga perlu mengetahui apakah token memberikan hak ekonomi tertentu, termasuk mekanisme yang berkaitan dengan dividen apabila produk menyediakan distribusi hasil ekonomi.
Nama perusahaan dan ticker tidak selalu berarti investor memiliki hak yang identik dengan pemegang saham secara langsung.
Pergerakan Saham Alphabet
Pergerakan harga Alphabet tetap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kinerja perusahaan, kondisi pasar, perkembangan industri teknologi, perekonomian global, serta sentimen investor.
Karena itu, tokenized stocks yang memberikan eksposur terhadap Alphabet tetap memiliki risiko volatilitas.
Investor perlu menyesuaikan keputusan transaksi dengan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang dapat diterima.
(seo)

























