Logo Bloomberg Technoz

Rumah tangga meningkatkan pengeluaran untuk barang-barang bernilai besar, seperti kendaraan bermotor dan perabotan, serta pembelian nonesensial, termasuk pakaian, makanan di luar rumah, dan akomodasi.

Pejabat The Fed tengah mempertimbangkan waktu untuk kembali menaikkan suku bunga setelah menaikkannya pada bulan ini untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Para pedagang mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober setelah data inflasi inti lebih rendah dari perkiraan. Namun, mereka masih memperkirakan satu kali kenaikan sebelum akhir tahun. Indeks S&P 500 dibuka menguat.

“Saya kira, pada tahap ini, The Fed dapat mempertahankan suku bunga untuk sementara waktu,” kata Gus Faucher, kepala ekonom PNC Financial Services Group. “Kenaikan suku bunga masih akan terjadi, tetapi saya tidak berpikir The Fed merasa perlu bertindak dalam waktu dekat.”

Inflasi PCE. (Sumber: Bloomberg)

Laporan yang dirilis pada Rabu juga mencakup pembaruan tahunan secara menyeluruh terhadap data produk domestik bruto (PDB), belanja, dan inflasi selama lima tahun terakhir, serta sejumlah perubahan metodologi dalam penghitungan inflasi.

Pada kuartal II, PDB AS tumbuh pada tingkat tahunan yang telah disesuaikan secara musiman sebesar 2,2%, lebih tinggi dari laporan sebelumnya sebesar 1,5%. Kenaikan tersebut terutama mencerminkan revisi ke atas pada investasi, belanja konsumen, dan pengeluaran pemerintah.

Belanja konsumen tumbuh dengan laju tercepat sejak akhir 2024. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I juga direvisi naik.

Meskipun revisi data dan perubahan metodologi menurunkan tingkat inflasi secara keseluruhan dalam beberapa bulan terakhir, inflasi masih tergolong tinggi. Inflasi inti tercatat naik 3% pada Agustus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut bertahan selama tiga bulan berturut-turut. Sementara itu, inflasi inti Juli direvisi turun dari 3,3% menjadi 3%.

Secara keseluruhan, inflasi naik 3,4% pada Agustus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut masih jauh di atas target The Fed sebesar 2% dan sama dengan angka Juli setelah direvisi. Inflasi telah bertahan di atas target The Fed selama lebih dari lima tahun.

Dibandingkan bulan sebelumnya, harga barang maupun jasa sama-sama meningkat. Kenaikan tersebut mencakup harga bensin, jasa transportasi, makanan di luar rumah, dan akomodasi. Sementara itu, indikator inflasi jasa yang dipantau ketat oleh para ekonom, yang tidak mencakup energi dan perumahan, naik 0,4%. Angka tersebut merupakan kenaikan tercepat sejak Mei.

Kenaikan harga terus menggerus daya beli masyarakat AS. Pendapatan pribadi yang dapat dibelanjakan setelah disesuaikan dengan inflasi, yakni pendapatan yang tersisa setelah pajak untuk dibelanjakan atau ditabung, tidak berubah pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi yang terburuk sejak April.

Hasil revisi data menunjukkan bahwa konsumen sebenarnya memiliki cadangan keuangan yang lebih besar daripada perkiraan sebelumnya. Meski demikian, tingkat tabungan pribadi, yakni persentase pendapatan setelah pajak yang disisihkan masyarakat, turun menjadi 4,1% pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2022.

“Belanja tetap kuat pada Agustus, tetapi pertumbuhan pendapatan tidak mampu mengimbanginya,” kata Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union. “Konsumen telah menunjukkan ketahanan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ini menjadi ujian besar untuk melihat apakah konsumen yang selama ini terus bertahan akan mampu mempertahankan daya belinya.”

Data terpisah yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS meningkatkan perekrutan tenaga kerja pada September. Jumlah tenaga kerja sektor swasta bertambah 90.000 orang, menjadi kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir, menurut data ADP Research. Sementara itu, defisit perdagangan barang AS secara tak terduga melebar pada Agustus hingga mencapai level tertinggi sejak awal 2025.

(bbn)

No more pages