Logo Bloomberg Technoz

Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi di Singapura


Dok. Ist
Dok. Ist

Bloomberg Technoz, Jakarta - Batam membawa proposisi investasi digitalnya ke Data Centre World Asia 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, salah satu forum yang mempertemukan pelaku utama industri data centre dan infrastruktur digital di kawasan. Delegasi Batam dipimpin Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, dengan fokus memperluas dialog langsung dengan operator, investor, dan mitra teknologi internasional. 

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo memaparkan kesiapan Batam dari sisi energi. Tahun ini sekitar 42 MW PLTS mulai dikembangkan, sementara ke depan pasokan listrik berbasis energi baru dan terbarukan ditargetkan tumbuh hingga lebih dari 1 GW. Arah ini penting karena kebutuhan data centre tidak hanya menuntut pasokan listrik besar dan stabil, tetapi semakin mempertimbangkan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. 

Dok. Ist

Batam juga menempatkan ketahanan air sebagai bagian dari desain pertumbuhan industri digital. Data centre diwajibkan menyiapkan kebutuhan air operasional melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) agar ekspansi industri tidak menambah tekanan terhadap waduk yang menopang kebutuhan masyarakat. Desalinasi dengan demikian menjadi bagian dari bauran sumber air Batam sekaligus instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan ketahanan utilitas kota. 


Dari sisi regulasi, PP Nomor 25 Tahun 2025 memperkuat kewenangan BP Batam dalam pelayanan perizinan di berbagai sektor strategis. Bagi investor internasional, perubahan ini memberi jalur pelayanan yang lebih terintegrasi di Batam dan memperkuat kepastian dalam proses dari perencanaan investasi menuju realisasi proyek. 

Dok. Ist

Isu talenta turut menjadi bagian penting dalam diskusi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie menyoroti kualitas Politeknik Negeri Batam dan potensinya dalam mendukung kebutuhan sumber daya manusia untuk pertumbuhan industri data centre. Ini melengkapi proposisi Batam yang tidak hanya bertumpu pada lahan dan utilitas, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pendukung.