Logo Bloomberg Technoz

Dalam program streamlining 2026, Pelindo menargetkan jumlah entitas dalam grup berkurang dari 41 menjadi 24 entitas.

Dari 17 entitas yang masuk dalam program penataan, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sedangkan enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026.

Penataan dilakukan melalui sejumlah skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.

Selain memangkas jumlah entitas, Pelindo juga mengubah model parenting dari strategic holding menjadi active management. Melalui model tersebut, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama.

Pembagian peran antara holding, regional, service line, dan entitas usaha juga akan diperjelas dalam struktur baru Pelindo.

Dony mengatakan konsolidasi di bawah Danantara membuat proses transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” ujar Dony.

Kandidat IPO

Transformasi Pelindo tersebut berlangsung ketika perusahaan pelat merah itu sebelumnya masuk dalam radar pemerintah untuk penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dony pada Agustus 2026 menyebut sejumlah BUMN memiliki kapitalisasi pasar yang menarik untuk dibawa ke pasar modal.

Beberapa nama yang disebut antara lain PT Pegadaian (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), Pelindo, dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Menurut Dony saat itu, IPO BUMN menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk meningkatkan jumlah perusahaan di pasar modal.

Meski demikian, penyebutan Pelindo dalam daftar tersebut belum menunjukkan adanya keputusan atau jadwal IPO.

Dony dalam pernyataannya hanya menyebut Pelindo sebagai salah satu perusahaan pelat merah yang memiliki kapitalisasi pasar menarik untuk dibawa IPO.

Adapun saat ini, fokus transformasi Pelindo masih diarahkan pada penyederhanaan struktur dan penataan model bisnis.

Setelah streamlining, pembagian fungsi antara holding, regional, service line, dan entitas usaha akan diperjelas untuk membentuk struktur bisnis yang lebih sederhana dan terintegrasi.

(fik/naw)

No more pages