Logo Bloomberg Technoz

Perseroan memperkirakan PMHMETD II dapat dilaksanakan dan selesai pada kuartal I 2027. Pelaksanaan rights issue akan dilakukan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BSI menyebut aksi korporasi tersebut bertujuan memperkuat permodalan dan meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan. Permodalan untuk mendukung bisnis perseroan pada 2027 diproyeksikan meningkat menjadi Rp64,41 triliun dari Rp51,07 triliun pada 2026.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) diproyeksikan meningkat menjadi 23,31% pada 2027 dari 20,38% pada 2026.

BSI mengatakan penguatan permodalan diharapkan mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, peningkatan modal dapat memengaruhi rasio profitabilitas, tetapi diharapkan pulih secara bertahap seiring dengan penyaluran dana ke aset produktif.

Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD II akan mengalami dilusi kepemilikan sebanyak-banyaknya 12,85%.

Seluruh rencana tersebut masih bergantung pada persetujuan RUPSLB serta pernyataan efektif OJK atas pernyataan pendaftaran dan prospektus PMHMETD II.

(fik/naw)

No more pages