Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, harga minyak masih berpeluang mencatat kenaikan bulanan selama tiga bulan berturut-turut. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, gangguan sebelumnya terhadap jalur alternatif Arab Saudi, serta potensi pembatasan ekspor solar oleh Washington. Harga Brent telah melonjak hampir 70% sepanjang tahun ini, setelah konflik di Timur Tengah berlangsung lebih dari tujuh bulan.

Di sisi lain, sejumlah anggota utama OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kuota produksi minyak mentah untuk bulan depan dalam pertemuan akhir pekan ini, menurut dua delegasi. Kelompok yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia tersebut kemungkinan akan mengesahkan kembali rencana yang telah disepakati untuk mempertahankan target produksi pada November.

Harga minyak:

  • Kontrak minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 0,4% menjadi US$89,01 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.
  • Minyak mentah Brent untuk penyelesaian November turun 2,6% dan ditutup pada US$102,59 per barel.
    - Kontrak Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Desember turun 1,7% dan ditutup pada US$96,16 per barel.

(bbn)

No more pages