“Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market.,” kata Erwin.
Menurutnya, efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga dengan meningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan DNDF Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri.
Pagi tadi, Rupiah membuka perdagangan dengan pelemahan 0,07% ke Rp17.988/US$, menyusul belum meredanya tekanan eksternal dengan kenaikan harga minyak Brent ke US$106,68/barel.
“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67%. Cadangan devisa tercatat meningkat ke level USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026,” sebutnya.
(ell)


























