Logo Bloomberg Technoz

Destry bilang, saat ini inflasi masih menjadi anchor utama dalam penentuan kebijakan suku bunga BI. BIpun masih merasa nyaman dengan kondisi inflasi, terutama karena core inflation masih berada di kisaran 2%.

"Kami melakukan asesmen, kami juga melakukan proses analisis juga, dan kita juga melihat setiap dampak dari kenaikan BI rate atau kenaikan Rupiah, dampaknya dalam ekonomi itu seperti apa," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September yang hasilnya diumumkan hari ini, Rabu (23/9/2026). 

Keputusan itu ditempuh BI setelah mempertimbangkan bahwa kondisi fundamental domestik sebenarnya dalam posisi cukup aman. Inflasi masih terjaga 2,9% yoy, di bawah sasaran target 3,5%, menunjukkan tekanan harga masih relatif terkendali. 

Di sisi eksternal, cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar juga masih memadai untuk membiayai sekitar 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. 

(prc/ell)

No more pages