Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Iran menyatakan tidak akan melunakkan syarat-syaratnya untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal terbarunya, meskipun Trump juga mengisyaratkan bahwa negosiasi dapat dilanjutkan pekan ini.

Di tengah upaya diplomatik yang berlarut-larut dan meningkatnya ketidakpastian mengenai pasokan global untuk musim dingin, waktu bagi Eropa untuk memulihkan cadangan gasnya—yang saat ini berada di tingkat sangat rendah—makin menipis menjelang musim pemanasan.

Sekitar seperlima dari pasokan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz, dan gangguan yang berkepanjangan ini memicu persaingan sengit di antara para pembeli global bahan bakar tersebut.

Uni Eropa memperingatkan negara-negara anggotanya mengenai potensi krisis harga energi, serta meminta mereka untuk mempertimbangkan langkah-langkah guna mengurangi permintaan dan terus mengisi fasilitas penyimpanan gas.

Pergerakan harga gas alam Eropa./dok. Bloomberg

Harga gas di Eropa berfluktuasi tajam pekan lalu akibat munculnya sinyal yang beragam terkait dengan upaya pemulihan aliran energi.

Menurut seseorang yang mengetahui masalah ini, para negosiator sempat menjajaki kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut dan agar Washington mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kesepakatan itu rencananya akan serupa dengan nota kesepahaman yang dicapai pada pertengahan Juni, yang sempat menghasilkan gencatan senjata rapuh tetapi tak lama kemudian gagal.

Menurut Marco Saalfrank, kepala perdagangan komersial di Axpo Holding AG yang berbasis di Swiss, harga bisa bergerak tajam ke arah mana pun pada musim dingin ini; harga berpotensi melonjak hingga di atas €100 per megawatt-jam (MWh) jika gangguan pasokan gas ke kawasan tersebut terjadi bersamaan dengan cuaca sangat dingin di Eropa maupun Asia.

Harga juga bisa turun jika gangguan transit melalui selat tersebut teratasi, atau jika Qatar menemukan cara lain untuk mengekspor LNG melalui jalur perairan itu, tambahnya.

"Meskipun harga turun, kami tidak memperkirakan harga akan segera kembali ke tingkat sebelum perang—di bawah €30—karena kemungkinan masih akan ada ketidakpastian," ujarnya.

Saat ini, fasilitas penyimpanan gas yang luas di Eropa terisi sekitar 71%—turun dari rata-rata musiman lima tahun sebesar 87%—meskipun impor LNG telah meningkat sejak pertengahan Agustus setelah sempat anjlok tajam.

Di Jerman, negara dengan kapasitas penyimpanan gas terbesar di Eropa, tingkat pengisian fasilitas penyimpanan baru mencapai sedikit di atas 57%.

Menurut pihak-pihak yang mengetahui diskusi tersebut, Jerman telah membahas gagasan mengenai kewajiban pengisian penyimpanan gas untuk tahun depan dengan pihak industri, setelah negara itu kesulitan mengisi kembali cadangan gasnya pada musim panas ini.

Kontrak berjangka gas Belanda untuk pengiriman bulan depan (front-month futures), yang menjadi acuan harga gas Eropa, diperdagangkan naik 2,2% ke level €73,67 per MWh pada pukul 09.39 pagi waktu Amsterdam.

(bbn)

No more pages