Logo Bloomberg Technoz

Korea Utara telah muncul sebagai salah satu sumber pencurian kripto terbesar selama dekade terakhir, dengan peretas yang terkait dengan Korut mencuri aset digital senilai miliaran dolar sejak 2017 dan menggunakan hasilnya untuk menghasilkan pendapatan bagi rezim yang terkena sanksi tersebut, menurut Elliptic.

Perusahaan analitik tersebut telah melacak lebih dari 50 insiden keamanan yang terkait dengan Korea Utara pada tahun ini saja, dengan total dana yang dicuri mencapai sekitar US$1,2 miliar.

Peretasan Bitget merupakan insiden terbaru dalam serangkaian pelanggaran keamanan kripto besar-besaran selama beberapa bulan terakhir, seiring industri ini menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. 

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memberikan hacker tool baru yang memudahkan pelaksanaan serangan, sementara perusahaan kripto tetap menjadi sasaran yang menarik karena aset digital dalam jumlah besar dapat dicuri dan dipindahkan dengan cepat.

Bitget mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah mendeteksi transfer tidak sah dari dompetnya, yang berdampak pada berbagai mata uang kripto. 

Usai menguras dompet tersebut, para peretas dengan cepat menukar banyak token, memindahkannya antar jaringan. Bursa tersebut menangguhkan penarikan dan mengatakan bahwa dompet penyimpanan dingin tidak terpengaruh.

Jumlah yang dicuri saat ini ditanggung oleh “dana perlindungan pengguna” bursa senilai US$464 juta, kata CEO Bitget Gracy Chen dalam sebuah postingan di X. 

Gracy Chen menambahkan bahwa serangan tersebut “konsisten dengan teknik yang digunakan oleh kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara.”

Perusahaan terus menyelidiki aksi peretasan tersebut dan bekerja sama dengan perusahaan keamanan Mandiant dan SlowMist dalam penyelidikan terhadap eksploitasi tersebut, kata juru bicara dalam sebuah pernyataan.

(bbn)

No more pages