Dia menegaskan Pertamina telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengetatkan pengawasan di lapangan.
"Setiap konsumen berhak mendapat pelayanan yang aman dan sesuai urutannya. Untuk itu, kami memperkuat pengawasan di SPBU agar petugas dapat lebih cepat mencegah kesalahpahaman dan membantu konsumen apabila ada kendala," ujar Edi melalui keterangan tertulis yang diterima Bloomberg Technoz, Senin (28/9/2026).
Selain membenahi tata kelola pelayanan di SPBU, Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Integrated Terminal Pontianak untuk mengoptimalkan distribusi BBM menggunakan mobil tangki.
Pasokan tambahan, termasuk jenis Pertalite, telah disalurkan dan tiba di SPBU Apung 66.787.002 pada Sabtu (26/9/2026).
"Saat ini tambahan pasokan BBM telah tiba di SPBU Apung Kapuas Hulu. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas," kata Edi.
Edi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas SPBU jika menemukan kendala saat pengisian BBM.
Pertamina juga membuka layanan aduan dan informasi 24 jam melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 serta akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.
Sebelumnya, antrean pembelian BBM di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, sempat memanas dan diwarnai kericuhan antarwarga.
Kericuhan di APMS Semitau terjadi ketika sejumlah warga yang telah lama mengantre terlibat aksi saling dorong akibat adanya dugaan aksi saling mendahului antrean.
Ketidaktertiban tersebut memicu emosi warga yang meresahkan situasi di lokasi pengisian BBM.
Meski sempat memanas, pihak kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan di tempat tanpa adanya aksi pemukulan pada hari yang sama.
Berdasarkan laporan Instagram @tkppontianak, masyarakat setempat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menormalisasi distribusi BBM agar kegiatan transportasi serta aktivitas ekonomi warga tidak lumpuh.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Camat Semitau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menjadwalkan pertemuan susulan pada Senin (28/9/2026).
Rapat koordinasi tersebut melibatkan unsur Muspika Semitau, Sejiram, Suhaid, para pemilik kios, serta pengelola APMS untuk merumuskan mekanisme pelayanan BBM yang lebih tertib.
Dalam kesempatan tersebut, Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali juga menyampaikan, akibat adanya insiden kericuhan ini, pelayanan BBM akan dibatasi sebanyak 5 liter per orang.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan pelayanan serta mengurangi potensi terjadinya penumpukan dan ketidaktertiban dalam antrean.
Pihak Kepolisian Resor Kapuas Hulu melalui Polsek Semitau juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengedepankan musyawarah demi menjaga situasi keamanan yang kondusif.
(smr/wdh)




























